28. I love you, Seblak.

1822 Kata

Gio mendongak. Ia pun bangkit lalu memberi Erlan sebuah bogeman. "GIO!! LO APA-APAAN SIH HAH?!!" jerit Arin. "Lo yang apa-apaan hah? Lo ingkar janji Arin!" jerit Gio tak kalah keras. Ia pun kembali melayangkan tinjunya ke wajah Erlan. Sementara Erlan hanya diam menerima pukulan Gio. "Gio, stop!!" Arin berusaha menahan tangan Gio yang terus memukul Erlan. Ini itu salahnya, tapi kenapa malah Erlan yang dipukul Gio. "Santen, lo juga kenapa diam aja sih?!!" "Lepas!" Gio menghentak tangan Arin kencang membuat tubuh Arin ikut terdorong. Arin meringis saat pantatnya mendarat cantik di tanah. Gio masih belum menyadari, ia kembali melayangkan tangannya, tapi dengan gerakan cepat Erlan menangkis tangan Gio lalu balik memberinya sebuah bogeman. Gio terhuyung. Ia memegang pipinya yang terasa sakit

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN