Extra Part

978 Kata

Tangan mereka saling menggenggam, melambangkan rasa sayang dan rasa cinta yang begitu dalam. Liku - liku hubungan mereka, mereka anggap sebagai pelajaran. Bahwa, cinta itu bukan kata tapi rasa. Semua orang yang mereka lewati, menatap dan melihat dengan tatapan aneh. Nasya dan Gilang mencoba untuk tidak memedulikan tatapan - tatapan aneh para penghuni sekolah. "Mereka pacaran?" "Sejak kapan?" "Jodoh gue lagi di tangan orang lain, huhu sad deh." "Menurut lo cocok?" "Cocok? Cocokkan juga sama gue." Nasya sedikit memperlambat langkahnya, agar ia bisa mendengar percakapan dua siswi berbando itu. "Menurut gue juga gak cocok, lu tau gak sih kak Gilang itu ibarat berlian dan Nasya itu kaya bubuk minuman sedot." Mereka tertawa. Tawa mereka justru membuat hati seseorang terluka, memang terk

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN