Nasya segera berlari tanpa melihat Gilang yang mengusap wajahnya dengan sangat frustasi. Sesampainya di kelas Nasya langsung melempar tasnya, tanpa sadar bahwa ia sedang menjadi perhatian seluruh siswa yang ada di kelas. Gina dan Amara melihatnya dengan kening berkerut. Mereka tak mengerti apa yang terjadi pada sahabatnya itu. "Lo kenapa?" Gina bertanya sambil terus memandangi Nasya yang wajahnya merah padam. Namun bukannya menjawab, ia malah diam melamun sambil mengerucutkan bibirnya. Dan ia malah langsung pergi begitu saja, membuat kedua sahabatnya semakin tak mengerti. "Kenapa dia?" Amara masih memandang punggung Nasya yang kemudian hilang di kelokkan. "Udah yuk ikutin aja." Kata Gina yang kemudian berlari ke arah Nasya pergi. Mereka sudah mencari temannya itu ke seluruh sudut se

