Ia mendapati darah yang mengalir di hidung Amara. Tanpa pikir panjang Nasya meminta Gilang untuk mengangkat tubuh Amara dan membawanya ke rumah sakit. Di rumah sakit Amara langsung ditindak lanjuti, dan segera masuk ke ruang UGD. Nasya mengambil tas yang baru saja di berikan oleh suster ia mengakatan bahwa itu tas Amara, Nasya mencari handphone yang berada dalam tas Amara dan mencoba menghubungi mama dan papa nya. "Duh gak aktif lagi." Nasya memegang kepalanya sepertinya ia mulai frustasi. "Tenang dulu Sya," Gilang mencoba menenangkan Nasya yang sedari tadi panik. "Kita berdoa aja semoga Amara baik-baik aja." Tambah Gilang, Nasya mengangguk. Sudah 25 menit dokter yang di dalam ruangan Amara belum juga keluar, Nasya semakin panik di tambah lagi orang tua Amara belum bisa di hubungi sam

