bc

Pacarku Bukan Jodohku

book_age18+
16
IKUTI
1K
BACA
time-travel
goodgirl
drama
tragedy
sweet
bisexual
lucky dog
high-tech world
school
virgin
like
intro-logo
Uraian

Yuda adalah remaja yang masih mengikuti pendidikan militer bertemu dengan gadis cantik yang terpleset dan hampir terjatuh dari tebing. Mereka tidak saling kenal satu sama lain, akan tetapi melihat kondisi gadis itu yang terluka cukup parah dibagian kaki membuat Yuda harus menolongnya dan membawa basecamp darurat.

Yuda yang mulanya hanya melaksanakan tugas pendampingan kegiatan Mapala anak-anak SMA itu malah justru dibuat repot setelah ada tragedi terplesetnya seorang gadis cantik yang masih polos itu.

Karena gadis itu tidak membawa alat komunikasi ketika mengikuti kegiatan Mapala, akhirnya Yuda memutuskan pada dokter untuk segera melakukan tindakan operasi. Sebab melihat kondisi gadis itu yang tidak memungkinkan jika harus menunggu orangtuanya datang.

bagaimana kelanjutan ceritanya, yuk simak selengkapnya....

chap-preview
Pratinjau gratis
Chapter 1
Chapter 1                Hari itu terdapat banyak para siswa yang berkumpul dihalaman sekolah. Mereka semua mengenakan seragam Olahraga dan ransel yang besar dipunggungnya. Para siswa Mapala yang berkumpul dihalaman sekolah berwajah sangat antusias dan bersemangat . Hal itu disebabkan karena hari itu akan ada kegiatan Tanam Seribu Pohon di Lereng Gunung Merapi.                Bukan hanya para siswa yang sangat antusias dengan kegiatan tersebut, akan tetapi ada bebrapa guru pendamping dan prajurit militer yang ikut terlibat dalam kegiatan itu.                “Ayo cepat ini! anak ini harus segera kita bawa turun dari puncak!” Ucap salah seorang prajurit yang sedang menggendong seorang gadis dengan kedua tangannya.                Dengan gerakan sangat cepat prajurit muda itu sebut saja namnya Yuda lari dengan sangat cepat membawa seorang gadis cantik yang terpleset dan hampir jatuh ke jurang.                “Tolong beri aku jalan” Ucapnya lagi dengan sangat kuat dan langkah yang dihentak-hentakkan.                Butuh waktu 10 menit untuk bisa sampai di pos pertolongan pertama disana. Dengan gerakan sangat tanggap Yuda beserta tenaga medis disana memberikan pertolongan pertama pada gadis cantik itu.                Dan 5 menit kemudian gadis cantik itu berangsur-angsur siuman dan sadar. “saya ada dimana ini?” ucap seorang gadis cantik yang bernama Shifa itu.                Yuda yang memang sejak tadi tidak meninggalkan gadis lemah itu menjawab “kamu sudah sadar?”                Gadis itu hanya menjawab dengan anggukkan yang lemah karena badannya masih sulit untuk digerak-gerakkan.                “Saaakiiiit….” Rengek gadis itu dengan tangisan yang memang gadis itu merasakan salah satu kakinya yang sangat nyeri bahkan tidak bisa digerakkan.                “Sakit? Sebelah mana yang sakit?” Jawab Yuda dengan tanggap sembari ia memeriksa bagian mana yang sakit.                “Kamu jangan khawatir, sebentar lagi kamu akan dibawa ke Rumah Sakit bersama tim medis menggunakan ambulan.” Jelas Yuda dengan nada tegasnya.                “Apa kamu yang tadi menolongku?” Tanya seorang gadis yang masih terbaring lemah disela-sela isak tangisnya yang hampir tidak terdengar jelas.                Yuda menganggukan kepalanya, “ia tadi saya yang menolongmu dan membawa kamu kemari.” Jelas Yuda dengan tegas.                Tiba-tiba gadis itu meraih lengan Yuda, Yuda dengan gerakan reflek langsung memandang wajah gadis itu dengan intens. Sekilas ada manik mata dua anak manusia itu bertemu dan menimbulkan sengatan listrik dihati Yuda. “Tolong jangan tinggalkan aku, aku takut dengan medis” ucapa gadis cantik itu memelas.                Karena Yuda merasa empati dengan gadis itu akhirnya Yuda menganggukan kepalanya. Seolah memberikan jawaban yang membuat hati gadis itu merasa tenang dan tidak merasa cemas yang berlebih.                Lalu Yuda meninggalkan gadis itu sejenak, karena Yuda harus memberitahu kepada para tenaga medis bahwa gadis itu masih saudaranya. Padahal mereka berdua belum tahu satu sama lain.                Benar saja setelah perundingan yang cukup lama akhirnya Yuda di ijinkan untuk mendampingi gadis itu menuju Rumah Sakit rujukan.                Sesampainya dirumah sakit, ternyata gadis itu harus melakukan operasi kecil dibagian kaki Karena setelah di periksa oleh tim medis ada ranting kayu yang menancap masuk dan mengenai tulang kakinya.                Yuda yang memang tahu kalau operasi itu tidak dilakukan akan berakibat cukup fatal akhirnya Yuda menyetujui kalau gadis itu untuk segera di operasi.                Sebelum gadis itu dibawa masuk ke ruang operasi “Dek, dimana rumah kamu? Apa kamu bawa ponsel?” Yuda bertanya kepada gadis cantik itu.                Karena ternyata gadis itu tidak membawa ponsel, hanya ada kartu identitas yang tertera alamat rumah gadis itu tinggal bersama orang tuanya.                Sudah satu minggu setelah kejadian itu, Yuda selalu teringat akan wajah cantik dan polos dari gadis itu.                Hari-harinya dibayangi akan wajah ketakutan ketika ia akan dibawa masuk ke ruang operasi. Dan hari ini adalah hari minggu itu artinya Yuda memiliki hari libur. Ia berencana untuk mengunjungi gadis cantik itu di Rumah Sakit.                Akan tetapi setelah Yuda menanyakan ke bagian informasi gadis itu sudah dibawa pulang sejak hari kemarin.                Lantas Yuda berniat untuk mengunjunginnya kerumah gadis cantik yang satu minggu yang lalu baru ia tolong.                Dan hasilnya adalah zonk, rumahnya kosong. Yuda berusaha mencari informasi ke tetangganya akan tetapi tidak banyak info yang ia dapatkan dari sana.                Dengan perasaan berat hati Yuda memutuskan untuk kembali ke basecamp.                Hari berganti hari dan telah tergantikan dengan bulan. Enam bulan setelah kejadian itu, Yuda yang memang harus melaksanakan tugasnya sebagai parjurit militer ke Lebanon dengan berat hati harus meinggalkan kota W karena tugas yang di embannya.                Hari ini adalah hari terakhir Yuda bertugas sebagai prajurit militer di kota W. Bagi Yuda kedatangan Yuda di kota sangat berharga sekali. Karena Yuda adalah salah seorang pemuda gagah perkasa tapi memiliki kelemahan rasa ketertarikannya terhadap wanita.                Akan tetapi hal itu sudah terbantahkan, setelah ia bertemu dengan gadis cantik yang bernama Shifa 6 bulan yang lalu bahkan Yuda sudah menempatkannya dalam hatinya yang paling dalam.                Gadis itu justru sudah memiliki ruang khusus dalam hati Yuda.                Sebenarnya Yuda adalah seseorang yang tidak tertarik akan dunia kemiliteran. Akan tetapi ia lakukan hanya demi untuk mewujudkan keinginan kakak tercintanya yang sudah meninggal.                Orang itu adalah Yaris, ia Yaris adalah kakak Yuda yang sudah meninggal karena keclakaan hebat bersama istrinya.                Yaris dulunya bermimpi untuk menjadi seorang prajurit militer, akan tetapi mimpinya itu tidak pernah tercapai karena fisik Yaris yang kurang sempurna. Ia memiliki fisik yang tidak sama dengan adiknya. Akan tetapi kalau masalah pesona, Yaris lebih ganteng dari Yuda. Meski Yuda juga salah satu pria yang cukup gagah perkasa dan memiliki wajah yang ideal.                Yuda mejadi prajurit militer semata-mata hanya ingin mewujudkan mimpi sang kakak yang tak pernah ia dapatkan, sampai dia menemui ajalnya bersama istrinya.                Yaris kakak tercinta dari Yuda, yang meninggal karena kecelakaan meninggalkan putrinya seorang diri yang bernama Sarah.                12 tahun kemudian                Dreeett…dreeet…dreet… ponsel dengan logo apel sisa gigtan putri salju itu terus saja bergetar dengan angkuhnya.                Tak ingin menunggu lama Yuda segera menggeser tanda hijau yang tertera dalam layar benda pipih itu. “Iya Sarah. Ada apa pagi-pagi buta sudah telepon om?” Tanya Yuda yang memang sudah tahu kalau yang menelpon itu adalah keponakan semata wayangnya dari sang kakak Yaris.                “Eemm…. Maaf om pagi-pagi sudah ganggu. Om kalau Sarah minta transfer uang bisa tidak.” Jawab Sarah dari balik benda pipih itu dengan perasaan ragu.                “Kamu butuh berapa?” tanya Yuda lagi.                “Emmm… Sarah butuh 10 juta?” jawab Sarah.                “10 juta? Banyak sekali, mau buat apa?” tanya Yuda penasaran.                “Itu om, Sarah mau ikut seminar dan pelatihan di kota Y selama 1 bulan. Sarah Cuma ada tabungan 5 juta di rekening.” Jawab Sarah lagi.                                                              

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
189.4K
bc

TERNODA

read
199.2K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
234.1K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
31.0K
bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.9K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
68.2K
bc

My Secret Little Wife

read
132.3K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook