“Jika itu yang kau mau, baiklah. Aku akan menceraikanmu,” ujar Mike yang membuat mataku membulat sempurna. Mike mengeringkan tenggorokannya. “Karena aku akan melepasmu... karena kita akan berpisah, kurasa bukanlah menjadi masalah lagi bila aku menceritakan yang sebenarnya padamu. Dan setelah mendengarnya kau berhak jijik dan benci padaku.” Dadaku berdebar tak karuan. Aku menjadi begitu takut mendengar apa yang akan diceritakan Mike. Tapi aku harus tetap tenang demi mendengarkan penjelasannya, meskipun perasaanku mengatakan ada yang tidak beres dengan hal ini. “Adikku sakit.” Mike memulai ceritanya. “Aku tahu.” “Ya, tapi bukanlah sakit yang bisa dilihat dengan baik dari segi medis.” Aku mengerutkan dahi dan menanti Mike melanjutkan ceritanya. “Aku tidak tahu harus memulainya dari mana

