The Boss 06

1055 Kata
Rere memasukkan semua barang barang yang selama ini dia butuh kan ke dalam sebuah tas, hari ini dia sudah diperbolehkan untuk pulang oleh dokter membuatnya langsung bersorak riang karena akhirnya harus terbebas dari ruangan berbau obat yang beberapa hari menghambat ruang geraknya, Rere rasanya sudah tidak sabar untuk kembali bergelut dengan pekerjaan yang dia cintai namun moodnya memburuk saat seseorang yang kini tengah menatapnya tiba tiba datang tanpa di undang. "Sugar aku akan membantunmu" Ucap Varo sambil meraih tas yang kini berada di hadapan Rere. "Tidak perlu, aku bisa sendiri" Jawab Rere dengan nada dinginnya membuat Varo menghembuskan nafas kasarnya. "Bukankah disini yang harusnya bersikap dingin itu aku" Gumam Varo yang masih bisa di dengar oleh Rere, namun Rere memilih untuk mengabaikannya dan beranjak dari duduknya menuju salah satu lemari untuk mengambil ponselnya, Beberapa detik Rere mengotak ngatik ponselnya untuk menghubungi seseorang. "Pak apa mobilmya sudah siap" Tanya Rere membuat Varo langsung berjalan cepat kearahnya dan merebut ponsel yang menempel ditelinga Rere dengan kasar. "What happend,? " Tanya Varo yang kini menatap Rere dengan serius. " apa memangnya, kenapa,?” jawab Rere yang malah kembali bertanya kepada Varo, " Kenapa kau bersikap seperti itu? "Tanya Varo sambil menjauhkan ponsel yang hendak Rere ambil dari nya "Lalu aku harus bersikap seperti apa,? " Tanya Rere yang kini sudah menatap Varo dengan tangan terlipat. "Kau terlihat seperti bukan dirimu" Ucap Varo sambil menatap kearah Rere dengan lekat Tentu saja aku tidak mungkin kembali bersikap seperti biasanya padamu batin Rere  karena biasanya Rere akan bersikap manis dan manja ketika di dekat Varo namun setelah kejadian di mana dia mengetahui perselingkuhannya Rere malah melihat Varo dengan tatapan yang menjijikkan namun harus menahannya karena tidak mungkin langsung terang terangan jika Varo tidak ingin curiga, Rere harus membalasnya sakit hati terlebih dahulu sebelum melepaskannya pada wanita selingkuhannya itu. "Anggap saja benturan di kepalaku membuatku menjadi orang yang berbeda" Jawab acuh Rere kemudian kembali berjalan mendekat kearah tasnya dan memasukkan ponsel dan juga powerbank yang akan menjadi barang wajib berada di dalam tasnya. "Tapi dokter mengatakan jika kau baik baik saja" Ucap Varo masih terus mengawasi setiap gerakan yang Rere lakukan. "Dan anggap saja dokter itu melakukan kesalahan dalam pemeriksaannya" Jawab Rere kembali dengan sikap acuhnya membuat Varo sedikit habis kesabaran untuk meladeninya dan menarik lengan Rere agar menatap kearahnya, tatapan mereka saling beradu untuk beberapa detik sebelum Rere memutuskannya, Rere harus segera melakukannya jika tidak ingin terhipnotis oleh wajah rupawannya yang sudah membuatnya khilaf selama beberapa tahun ini. "Aku sedang serius Re" Ucap Varo dan Rere mengetahui hal tersebut, karena Calon suaminya itu akan menyebut namanya jika dia sedang kesal seperti sekarang ini, Varo meraih sisi wajah Rere agar kembali menatap kearahnya "Apa aku membuat kesalahan atau membuatmu kesal" Tanya Varo dengan tatapan seriusnya. Lebih dari sekedar membuatku kesalahan sialan maki Rere dan tentu hanya bisa dia ungkapkan dalam hati saja "Ya kau membuat kesalahan sekaligus membuatku kesal" Jawab Rere akhirnya sambil menepis tangan Varo yang memegang pipinya "Kalau begitu kita bicarakan kesalahanku itu," Ucap Varo yang kini malah meraih tangan Rere dan membawanya untuk duduk di sofa, varo kemudian meraih bahu Rere agar menghadap kearahny “katakan apa kesalahanku,?” tanya Varo membuat Rere terdiam sejenaka rasanya ingin sekali dia memaki nya saat ini juga namun tentu saja Rere tidak bisa melakukannya, Rere akan memilih waktu yang telat untuk membalas kedua sejoli yang sudah mengkhianatinya itu. "Jika saja makam itu kau memilih aku dari pada kesibukanmu mungkin aku tidak akan mengalami kecelakaan" Ucap Rere membuat Varo sedikit tersentak dan detik berikutnya menampilkan raut wajahnya penuh penyesalan "Aku benar benar minta maaf sugar, aku pun merutuki kesalahanku itu, jika saja malam itu kita menghabiskan waktu berdua mungkin kejadian buruk itu tidak akan pernah terjadi" Tapi aku bersyukur karena malam itu kau menolak bersamaku karena aku jadi mengetahui kebusukan kalian meskipun dengan risiko kecelakaan ini batin Rere menatap Varo dengan tatapan tidak sukanya  “maafkan aku hem" Ucap Varo kembali menyadarkan Rere dari lamunannya "Tidak semudah itu" Ucap Rere hendak beranjak dari duduknya namun Varo kembali menarik pergelangan tangannya membuat Rere akhirnya terjatuh di pangkuan Varo. Rere hendak kembali beranjak namun Varo menahan pinggangnya "maafkan aku" Ucap Varo kembali dengan wajah yang dia buat setulus mungkin "aku akan memaafkan mu jika kau memperlihatkan rasa penyesalanmu itu" Ketus Rere membuat Varo langsung tersenyum lebar pasalnya Rere selalu berkata seperti itu di saat Varo membuat kesalahan dan Varo tahu apa yang harus dia lakukan setelah itu, tentunya Varo harus membuat Rere senang dan menuruti semua permintaan kekasihnya itu jika ingin kembali membuat Rere memaafkannya. "Akan aku lakukan" Ucap Varo membuat Rere membuang pandangannya dari senyum menawan yang Varo tunjukkan, namun detik berikutnya Varo langsung meraih tengkuk Rere dan langsung menempelkan bibir mereka, untuk beberapa saat Rere seperti bisa selalu terpukau dan terlena dengan permainan yang Varo berikan, Varo benar benar selalu bisa membuatnya tidak ingin melepaskan tautan bibir mereka saking lihainya setiap lumatan dan gigitan kecil yang Varo berikan, bahkan Rere tidak sadar bahwa posisinya sudah berubah, kaki Rere sudah duduk di atas pangkuan Varo dengan menghadap kearahnya dengan melebarkan kedua kakinya dan mengapit kaki Varo, ciuman laki laki ini benar benar sangat berbahaya membuat level kewaspadaan Rere menurun drastis namun detik berikutnya Rere kembali bisa menguasai kewarasannya saat tiba tiba bayangan saat Varo dan lilian saling b******u di dalam mobil membuat Rere langsung mendorong bahu Varo dengan kuat dan melepaskan tautan bibir mereka, Rere bisa melihat raut tidak senang yang Varo tunjukkan sebelum Rere turun dari pangkuannya. Rere bersumpah akan menggosok giginya setidaknya lima kali untuk menghilangkan bekas ciuman dari Varo yang juga pasti sering mencium Lilian, Rere tidak bisa membayangkan dirinya akan berbagi seperti ini dengan wanita lain “aku harus ke toilet" Ucap Rere sambil melanjutkan 90i meninggalkan Varo seorang diri dengan wajah kecewanya Rere menatap pantulan dirinya di depan cermin besar bagaimana bisa dia melupakan fakta menjijikkan yang dia ketahui dan malah terbuai oleh ciuman yang Varo berikan “bodoh" Maki Rere pada dirinya sendiri, gara gara ciuman tersebut Rere kembali mengingat dengan jelas bagaimana malam saat dirinya mengetahui perselingkuhan itu, harusnya malam itu Rere tidak perlu lari dan harusnya lagi Rere langsung menghampiri mereka dan menampar wajah salah satu dari mereka, rede menghembuskan napas panjangnya saat penyesalan memang selalu datang terlambat " Dan ada yang bilang jika datangnya di awal itu namanya pendaftaran" Gumam Rere merasa konyol.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN