Para karyawan Revanza kali ini sedang dibuat bingung dengan kehadiran Rere yang sudah memasuki kantor dengan perban yang masih menempel di sebelah pelipisnya pasalnya mereka mengetahui kecelakaan yang menimpa Bosnya itu namun mereka tidak menyangka akan secepat ini bagi Rere untuk kembali bekerja dan menyibukkan diri dengan setumpuk kegiatan yang sudah menantinya. Rere terlihat menganggukkan kepalanya saat beberapa karyawan menyapanya dengan ramah meskipun setelahnya mereka saling berbisik untuk membicarakan kehadirannya namun seperti biasanya Rere akan mengabaikannya jika yang mereka gosipkan tidak keluar dari batasan normal, Resiko yang harus dialami dari seseorang Bos pemilik perusahaan adalah harus siap untuk dibicarakan para bawahannya dan Rere sudah bisa menerima hal tersebut, Rere kemudian berjalan ke salah satu lift yang memang dikhususkan untuk dirinya namun langkahnya terhenti saat salah seorang karyawan melintas di hadapannya dengan fokusnya yang tertuju pada berkas yang kini berada di tangannya Rere kemudian menatap punggung karyawan tersebut sambil mengerutkan keningnya rasanya wajah dari karyawan yang baru saja melewatinya sangatlah tidak asing, Rere mencoba mengingat-ingat di manakah dia pernah bertemu namun setelah itu Rere hanya mengangkat bahunya Acuh karena mungkin mereka memang pernah bertemu di luar kantor sebelumnya.
Rere langsung mendudukan dirinya pada kursi kebesarannya melihat beberapa tumpukan berkas yang siap untuk dia pelajari dan sebagian dia tanda tangani , ternyata tidak masuk kantor selama 2 hari benar-benar membuatnya harus menerima kesibukan seperti ini, sejenak Rere kemudian menyandarkan kepalanya untuk mengumpulkan energi sebelum dia menyentuh berkas-berkas tersebut Namun rasa damai nya terhenti saat ketukan pintu ruangannya terdengar setelah itu menampilkan Liliana yang berjalan dengan senyum mengembang ke arahnya, Rere langsung menegakkan tubuhnya dan menatap Lilian dengan tatapan datarnya
“ Saya tidak tahu ibu akan masuk bekerja hari ini "ucap Liliana masih dengan senyum ramahnya
"ya aku terlalu bosan untuk berdiam diri di rumah ataupun di rumah sakit untuk itu aku memilih kembali bekerja hari ini" jawab Rere dengan datarnya membuat Liliana mengangguk sejenak sebelum menyerahkan beberapa berkas kepadanya, sejenak Rere melihat berkas berkas yang Lilian berikan yang ternyata berisikan tentang kerja samanya dengan T'owen
"ah jadi ini kesepakatan yang kau bahas waktu itu,? " Tanya Rere, waktu di mana Lilian menolaknya untuk kembali bersama ke kantor dengan alasan membahas tentang kontraknya dan mengatur jadwal dengan manager Varo
"benar Bu,? " Jawab Lilian membuat Rere sejenak menatap kearahnya sebelum kembali mencoba untuk fokus pada berkas di tangannya meskipun sulit, Rere sampai menarik nafas panjangnya untuk mencoba menyingkirkan bayang bayang Lilian bersama Varo membuat Lilian menatapnya dengan kening mengerut
" Apa ibu masih merasa kurang sehat,,? " Tanya Lilian dengan sikap perhatiannya yang selalu dia tunjukan pada Rere jika saja Rere tidak mengetahui sikap busuknya Rere akan seperti biasa menganggap Lilian sebagai bawahannya yang paling perhatian padanya, namun kali ini perhatiannya Rere anggap sebagai kamuflase dari rasa bersalahnya karena sudah menusuknya dari belakan
"Ya harusnya aku masih beristirahat di rumah untuk beberapa hari ke depan" Jawab Rere
"Seharusnya ibu tidak memaksakan diri Ibu" Ucap Lilian dengan raut wajah khawatirnya
"Aku tidak bisa meninggalkan pekerjaan ku terlalu lama, "
"Anda bisa meminta bantuan saya untuk membantu Anda" Tawar Lilian
"Aw kau memang sangat perhatian Lilian Tapi tidak terima kasih, aku tidak ingin menyita waktumu terlalu banyak "tolak Rere
" Anda tidak perlu merasa sungkan seperti itu"
"Ya mungkin lain kali aku akan meminta bantuanmu saat kau sudah memiliki seseorang untuk memperhatikan atau mengkhawatirkanmu" Ucap Rere sambil melihat perubahan raut wajah Lillian saat mendengarkan ucapan darinya pasalnya Rere tahu bahwa Lillian mengerti apa maksud dari semua kata-katanya selama ini Rere mengetahui bahwa Lilian tinggal di kota ini hanya seorang diri tanpa keluarga dan tanpa pacar ataupun seseorang yang berada di sampingnya dan sepertinya semua perkataan Rere membuat lilin seperti tersindir.
" Berhentilah mementingkan semua pekerjaan ini dan cobalah cari seseorang yang bisa memperhatikanmu Aku tidak ingin kelak kau menyalahkanku gara-gara tidak menemukan pasangan hidupmu sampai kau menua nanti "gurau Rere kembali membuat lilin hanya tersenyum tipis kearahnya dan Rere mengetahui bahwa saat ini ia sedang merasa dalam keadaan yang gelisah Dan Rere menikmati kegelisahan tersebut.
" Saya akan mencoba untuk memikirkannya Bu "jawab Lilian akhirnya membuat Rere hanya tersenyum singkat kepadanya setelah itu kembali mengambil berkas di hadapannya
" Bisakah kau mengatur rapat untuk membahas tentang The One jam 10 nanti dan beritahu pada karyawan bahwa kita akan mengadakan rapat besar " ucap Rere membuat Lilian mengangguk sebelum setelahnya keluar dari ruangan Rere, Rere kemudian kembali menyandarkan punggungnya setelah kepergian Lilian dan mulai memikirkan hal apa yang akan dia perbuat untuk membalas kedua sejoli yang sudah membuat hatinya hancur itu, jika saja dirinya mempunyai dasar dari sikap seorang penindas Mungkin dia akan dengan mudahnya mencari cara tersebut, Namun Rere merasa dirinya terlalu baik hati untuk memikirkan rencana jahat untuk membalas mereka, Rere kemudian menghembuskan nafas kasarnya sebelum memulai pekerjaannya dan mencoba untuk fokus Sebelum rapat dimulai.
Sesuai permintaan yang Rere berikan, Lilian benar-benar menyuruh beberapa karyawan yang memang dibutuhkan untuk rapat besar ini hadir dengan tugas mereka masing-masing mereka sudah berkumpul di ruang rapat besar yang berada di lantai yang sama dengan ruangan Rere,mereka bercengkerama sesaat sebelum Rere memasuki ruang rapat ada yang membahas tentang Project dengan T'Owen ke depannya, ada yang asyik dengan ponselnya dan ada pula seseorang yang asyik dengan semua materi di hadapannya termasuk laki-laki berparas tampan yang seminggu terakhir menjadi perbincangan hangat di kalangan karyawan wanita di Revanza style ini dia adalah Hazel Malano yang menjabat sebagai Features Editor baru di RV style ini, saat ini dia terlibat dalam rapat besar untuk pertama kalinya, Karena tenaganya memang dibutuhkan untuk menulis artikel dan juga menganalisis tentang produk terbaru mereka yang akan segera diluncurkan, Hazel harus memberikan artikel baik bagi para konsumen mereka agar tertarik untuk membeli produk rancangan terbaru dari Revanza style untuk itu Hazel dengan serius memperhatikan materi rapat kali ini agar dirinya bisa lebih mudah menyelesaikan pekerjaannya, suasana ruang rapat menjadi Hening saat seorang wanita yang penuh Wibawa memasuki ruangan tersebut dengan Langkah tegap diikuti oleh Lilian di sampingnya Rere langsung duduk di kursi kebesarannya di hadapan para karyawan yang lain termasuk Hazel yang kini sedikit menyipitkan matanya untuk memperjelas penglihatannya, pasalnya Hazel masih ingat betul wajah dari Rere yang beberapa hari lalu dia tolong dalam kecelakaan mobil yang menimpanya, Hazel tidak menyangka bahwa wanita yang dia tolong adalah Bos dari perusahaan tempatnya bekerja begitu pun dengan Rere saat pandangannya meneliti semua karyawan yang hadir pada rapat tersebut Rere menghentikan gerakan matanya saat menatap Hazel yang juga Tengah menatapnya pasalnya Baru kali ini Rere melihat wajah karyawan laki-laki yang menurutnya tampan tersebut dan Menurut pengamatan Rere Mungkin dia adalah karyawan baru yang belum sempat dia tanyakan kepada Lillian.