Tiga orang berpakaian hitam putih berjalan beriringan menyusuri lorong kampus. Satu diantara mereka terlihat tengah menikmati satu buah roti, satunya lagi menyapa sebagian mahasiswa, sedangkan yang terakhir fokus bermain ponsel. "Siang, Kak. Wah, lama nggak ketemu, makin cantik aja nih," goda Arhan kepada salah satu kakak tingkat perempuan yang lewat. Tingkat kepopuleran Arhan memang masih jauh dibawah Melvin. Namun, sifat ramah lelaki itu membuat sedikit demi sedikit mahasiswa perempuan mulai mengaguminya. Bukan hanya ramah, Arhan juga sering membantu mereka hingga membuat Yena merasa kesal sendiri. "Gia, lo pulang sama siapa? Mau ikut kita nongkrong di cafe, nggak? Nanti pulang sama mobilnya Arhan," ajak Yena. Ia merasa malas jika hanya berdua dengan Arhan, lelaki itu hobi sekali teb

