Undangan 2

2070 Kata

Kaki Gemilang berhasil meraih rem mobil Gia. Kuda besi itu berhenti. Terdengar helaan nafas lega dari ketiganya, bersamaan dengan tangisan yang masih terdengar nyaring. Anak kecil itu berhasil diselamatkan oleh seorang pedagang es yang baru saja datang. Dengan sisa-sisa rasa panik, ketiganya turun dan mendekati anak tersebut. "Ini bukan salah kita ya, Pak. Anaknya udah saya suruh minggir, tapi malah duduk," bela Melvin sebelum disalahkan. "Orang tuanya kemana, sih?" imbuhnya kesal. Anak seusia ini pasti sangat aktif, sudah menjadi kewajiban bagi orang tua agar selalu berada di sisi sang anak. Jika begini, siapa yang akan disalahkan? Gelengan kepala dari pedagang itu membentuk benang kusut di kepala mereka. Gia yang tak pernah ke luar rumah juga tidak mengenali anak ini. "Juna!!" Su

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN