Persidangan

1714 Kata

Di atas atap apartemen, di tengah gugusan lampu gedung dengan berbagai warna. Disertai semilir angin dingin yang menerpa wajah, berdiri seorang laki-laki dengan pikiran yang melanglang buana. Sangat berisik hingga membuat satu cup robusta panasnya berubah menjadi sama dengan suhu malam ini. Ia hanya menyeruput satu kali, lalu menatap bingung layar ponsel yang menampilkan sebuah pesan dari Gamaliel. Baru saja Gemilang berpikir untuk menjauhi Gia seperti apa yang diucapkan Melvin siang tadi, kakak laki-laki dari gadis itu justru memberinya mandat seperti ini. Tak lama kemudian, dering notifikasi pesan masuk membuat Gemilang merasa dua kali lebih resah. Gianefa: Kak Gemilang, besok mau temani Gia ke pengadilan, nggak? Gia tunggu jam 9 pagi ya! Lelaki dengan balutan kaos santai berwarna b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN