Luka

1843 Kata

"Argh!" Suara teriakan tersebut berasal dari Desta karena berusaha menahan nafsunya untuk tidak memukul Gia. Lelaki tersebut dengan cepat mengambil vas kaca berisi setangkai bunga mawar yang terletak di meja kecil samping tempat tidur Gia. Suara pecahan kembali terdengar ketika Desta melempar vas tersebut ke arah tembok. Bahkan serpihannya berhasil mengenai pipi Gia hingga mengeluarkan darah. Tak banyak, namun terasa cukup nyeri. Tak berhenti sampai di sana, Desta kembali mengambil barang-barang yang berada di sekitar kamar untuk ia lempar tak peduli pecahannya berserakan di mana-mana. Kaca lemari baju Gia bahkan sudah retak, alat-alat kecantikan beserta aksesoris yang berada di meja rias juga jatuh ke bawah akibat ulah Desta. Gia tidak berani membuka mulutnya, ia hanya diam memperhati

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN