Beware 29

1001 Kata

Matahari tepat berada di atas kepala ketika aku dan kelima pangeran beserta kaisar tengah minum teh di rumah kaca istana putri. Semua orang hadir di sini kecuali Niel. Aku dengar setelah kejadian tadi malam, liontin kalungku bersinar. Melontarkan cahaya sejauh 200 m ke atas langit karena rasa sakit yang aku rasakan. Kaisar dan keempat pangeran lain langsung datang bersama ribuan ksatria. Kelima preman itu mati. Niel lantas bangun dan menyembuhkanku. Lalu tamat. Ah, sebenarnya cerita itu tidak berhenti di sana. Niel langsung meminta kaisar untuk memberinya latihan pedang. Padahal, Niel adalah pangeran yang sama sekali tidak peduli soal pedang. Dia lebih suka menyembuhkan orang lain daripada mengacungkan pedang. Anak-anak tumbuh dan berubah dengan sangat cepat, ya. Aku juga tumbuh b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN