Biby duduk di hadapan Luca dengan tubuh bergetar. Di depannya terhampar set teh berlapis emas dan beberapa piring berisi kudapan yang terlihat sangat enak. Pikiran Biby melayang. Entah dia akan berakhir di tiang gantung, bara api, jadi sarapan Ash atau penjara bawah tanah. Biby sibuk memikirkan bagaimana nasibnya. Yang lebih penting, pangeran kedua tidak akan membunuh kedua orangtuanya, kan? Tapi, mengingat sifat buas Luca. Rasanya mustahil dia akan membiarkan pasangan Duke itu tetap hidup. Biby meneguk ludah. Apapun yang terjadi. Dia harus menyelamatkan ayah dan ibunya. Luca menatap gadis yang bergetar di hadapannya. Ash yang berdiri di samping Luca memilih diam membatu. Tidak menimbulkan suara apapun. "Jadi, Nona Nalte!" "Tolong jangan sakiti orang tua saya! Saya akan bertanggung

