Jalu membuka mata perlahan, tubuhnya terasa kaku. Bau lembap dan pengap sel tahanan makin menyiksa inderanya. Laki-laki bertubuh besar di depannya berdiri membungkuk, tatapannya mengancam. Beberapa tahanan lain tertawa kecil, seperti sudah terbiasa dengan teror semacam itu. "Maaf, Bang... Saya gak maksud ganggu siapa-siapa," ujar Jalu pelan. "Kasus lo apa?" ulang si pria bertato dengan suara lebih tajam. Jalu menelan ludah. “Saya dituduh bawa paket... katanya isinya narkoba. Tapi saya gak tahu, Bang. Saya cuma ojek online. Saya kira itu kosmetik.” Pria besar itu menatap Jalu dalam. Lalu, mendadak tertawa keras. "Wah, jago lo bohongnya. Ini sel, Bos. Semua orang di sini juga ngaku gak bersalah. Meski baru sekelas sel polsek." Tahanan-tahanan lain tertawa terbahak-bahak. Gelak tawa pu

