27. Tamu Yang Tak Diharapkan

1486 Kata

Elard segera berderap menuju pintu, saat suara bel apartemennya terdengar. Melalui interkom, senyumnya merekah mendapati wajah keruh Dika yang terpampang dilayar.  Bukan, dia sumringah bukan karena kedatangan Dika. Tapi apa yang sahabatnya itu bawa. "Lama banget lo?" Omel Elard saat membuka pintu dan berhadapan dengan Dika yang hanya bisa menberengut. "Astaga Bos, gue ke sini pontang-panting. Ngebut kaya lagi ikut balapan. Di maki orang gara-gara hampir nyerempet kendaraan dia, sampe nyaris nyungsep pas lewati polisi tidur lupa pelanin laju motor." "Iye, iye, makasih." Elard merogoh saku celananya, memberikan dua lembar pecahan seratus ribuan pada Dika yang seketika sumringah. "Apaan nih, Bos? Duh, jangan repot-repot, ikhlas kok anterin ke sini." "Buat beli es teh, lo pasti haus udah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN