Gavin mengernyitkan kening, mendapati rumah yang tampak sepi. Tadi, salah seorang asisten rumah tangga pamit untuk menyelesaikan pekerjaannya setelah membukakan pintu untuknya. Jadi dia tak sempat menanyakan keberadaan sang Mama yang kini tak juga tertangkap penglihatannya. Mengayunkan langkah, Gavin hendak menaiki anak tangga menuju kamarnya di lantai atas. Tapi tiba-tiba saja urung karena tak mendapati sang Mama. Aneh, pikirnya. Tak biasanya sang Mama pergi di jam segini. Atau mungkin ada keperluan? Ya, mungkin ada kepentingan hingga sang Mama harus keluar rumah. Tak menyambut kepulangannya dari sekolah dan mengomel panjang jika dia ogah-ogahan makan dengan alasan diet. Baru saja menaiki satu anak tangga. Sebuah ingatan menghantam kepalanya. Membuat Gavin urung untuk naik ke lantai at

