Cuaca kadang tak bisa diprediksi. Matahari yang sebelumnya menggantung gagah di atas langit. Tiba-tiba saja tertelan sekumpulan awan hitam yang berarak di langit yang mulai sore. Setelah mendung mengurung, tak lama keriuhan hujan membuat semua orang kalang kabut. Terutama, bagi mereka yang tak membawa perlindungan, agar tak sampai berakhir kuyup terjamah hujan. Hal tersebut terjadi pada Gavin, yang akhirnya memilih untuk menepikan motor matic yang dikendarainya. Di sebuah emperan toko yang tutup, cowok itu mengajak Anin untuk ikut berteduh sejenak. Membiarkan keriuhan hujan yang kian semarak. "Maaf ya Kak, gara-gara antar aku dulu, jadi kehujanan." Anin sedikit meninggikan suaranya, agar tak kalah dengan suara hujan. Gavin yang baru saja melepaskan helm, menoleh kearah Anin, lalu meng

