Tepukan dibahu Gavin membuatnya menolehkan kepala, menghentikan sejenak kegiatannya yang tengah membereskan buku serta peralatan tulis yang berserak di atas meja. Bel penanda istirahat sudah berteriak lantang hingga membuat sebagian teman sekelasnya berhamburan keluar kelas, sementara Gavin masih sibuk beres-beres. "Duluan aja, nanti gue nyusul." "Cuma beresin itu doang kan? Nggak akan lama, kita tungguin." Raka yang memang teman satu mejanya angkat bicara. Sementara Ben yang duduk di kursi belakang mereka sudah berdiri di samping meja sembari bersedekap tangan. "Gue ada keperluan bentar, jadi kalian duluan aja." Alih-alih pergi, Raka si kepo justru bertopang dagu dengan wajah yang ia hadapkan pada Gavin. "Tumben, keperluan apaan—aduh! Kok kepala gue digeplak, Ben? Lo mah, kebiasaan s

