Setiap langkah yang dijejaknya, membuat Iva ingin memutar tubuh dan berlari pergi. Sialnya, hal itu tak bisa dilakukan. Sejak menyetujui pertemuan ini, dia sudah tau akan risiko yang dihadapinya. Beruntung, Iva memilih tempat makan yang cukup ramai. Jadi, jika sosok itu berbuat nekat dan berniat menyakitinya, Iva bisa berteriak untuk meminta pertolongan. Kalau perlu, ia akan buat sosok itu kembali mendekam di jeruji besi. Setelah memasuki tempat makan yang cukup ramai, mengingat, tengah jam makan siang. Iva mengedarkan pandangan untuk mencari seseorang yang akan ditemuinya. Meski sejujurnya, Iva sudah sangat enggan berurusan dengan orang itu. Tapi, jika dia menolak, maka kekacauan yang akan terjadi. Getaran ponsel yang berada di dalam tasnya, membuat Iva menghentikan sejenak kegiatannya

