105. Perdebatan Tiga Pria

1945 Kata

Menata rambutnya dengan jemari tangan, Elard melangkah keluar dari dalam kamar. Membawa kakinya menuju dapur, hingga hidungnya seketika disapa aroma lezat yang membuat perutnya merengek minta di isi. Sayangnya, hal itu harus Elard tunda sejenak. Mungkin ... Nanti di perjalanan, atau di tempat tujuan, ia mencari sesuatu yang bisa mengganjal perutnya. "Na," menepuk pundak Nara yang posisinya membelakangi, karena gadis itu tengah menghadap kompor dan penggorengan. Elard segera mundur beberapa langkah secara refleks, saat Nara berbalik dan nyaris mengayunkan spatula yang tengah gadis itu pegang kearahnya. "Wo, wo, santai," mengangkat kedua tangannya hingga sejajar dengan kepala, Elard berusaha menenangkan Nara yang sepertinya terkejut karena ulahnya. "Astaga ... Masnya ngagetin. Untung bukan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN