106. Rencana Perjodohan

1417 Kata

"Apa?" Sendok berisi makan malam yang sudah berada di depan bibirnya tertahan di udara, saat sebuah pernyataan yang terlontar dari bibir sang Mama mengusik diri Fany. "Maksud Mama apa?" Meletakkan kembali sendok ke atas piring, ia memilih fokus pada wanita paruh baya yang duduk bersebrangan dengannya dan tampak salah tingkah. Sesekali melempar lirikan dengan raut meminta tolong pada sang suami yang hanya bisa memijit pelipis sembari mengela napas. "Mama keceplosan, Pa." Elina berbisik pada Edi, sayangnya, suara wanita paruh baya itu masih cukup keras hingga bisa tertangkap pendengaran Fany. Membuat rasa penasarannya kian berlipat. "Ma, ini sebenarnya ada apa?" Tanya Fany pada Elina yang hanya bisa meringis sembari memperbaiki gelungan rambutnya yang tertata apik. Karena tak juga mendapat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN