"Ya gimana? Gue beneran nggak bisa, Rak. Sibuk gue, besok-besok aja ya?" "Kan lo sendiri yang bilang bisa gabung tadi. Kenapa sekarang nggak bisa datang karena sibuk?" Tak mengindahkan alasan yang Gavin lontarkan, di seberang sambungan, Raka tetap mencecar sahabatnya yang tiba-tiba membatalkan janji begitu saja. Menggaruk kepala dengan tangan kiri yang tak memegangi ponsel, Gavin berusaha menebalkan kesabaran. Dia sudah membuat alasan yang cukup masuk akal, tapi Raka tetap menagih janjinya yang sudah mengiyakan untuk berkumpul di Club malam milik Ben tadi. Atau jangan-jangan, Raka mengendus kebohongannya? Dari luar, Gavin bisa menatap sosok yang tengah duduk seorang diri sembari memainkan ponsel. Bangunan kafe yang di d******i kaca, membuat Gavin bisa melihat keadaan di dalam kafe dari

