22. Pertemuan Yang Mengejutkan

1609 Kata

Berselonjor kaki, Anin menyandarkan punggung pada pohon besar yang berada di belakang tubuhnya. Membuka ikatan rambut panjangnya, gadis itu membentuk cepolan agar tak ada lagi anak rambut yang berterbangan dan mengganggu wajahnya. Saat jam istirahat memekik keras, membuat semua siswa bersorak penuh suka cita, alih-alih mendatangi kantin, Anin lebih memilih untuk menyendiri, di pohon besar yang berada di dekat perpustakaan. Dia ingin sendiri, atau mungkin lebih tepat disebut melarikan diri? Entahlah, yang jelas, Anin sedang tak mau diusik oleh siapa pun. Setelah Fany pergi ke kantin bersama Mona serta Sela tanpa mengajaknya, dan hal itu sangat disyukurinya. Anin memilih untuk pergi ke tempat lain. Bukannya besar kepala dan kepedean. Tapi dia tak mau ambil risiko Elard datang mencarinya. C

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN