Dari balik pantulan cermin, Anin menatap sosok yang tengah menatap sendu dengan tangan yang meraba perban yang berada dikepalanya. Mengela napas panjang, Anin bangkit dari duduknya, mengayunkan langkah menuju lemari dan membukanya. Meraih salah satu gaun cantik pemberian seseorang yang tergantung di sana. "Maaf, karena melupakan hubungan kita, Kak." Mungkin ... Ini bak sebuah adegan serial drama, tapi, benar-benar terjadi menimpa Anin. Di mana, ia yang sempat kehilangan sebagian ingatannya, lalu akhirnya, bisa kembali mendapatkannya. Benturan akibat dorongan Bibi Nara yang membuat kepalanya terbentur, rupanya, mengembalikan semua ingatan yang sempat Anin lupakan. Meski, belum ada satu pun orang yang ia beritahukan. Mengembalikan gaun tersebut ke dalam lemari. Anin berderap menuju te

