Dengan napas memburu, Elard menyusuri koridor rumah sakit. Rasa cemas kini merongrongnya setelah menanyakan ruang perawatan Anin dari pihak resepsionis. Astaga ... Kenapa harus berakhir di tempat ini lagi? Belum lama Anin mencicipi kesembuhannya, tapi gadis itu harus kembali dirawat karena insiden yang belum bisa Elard tau keseluruhan ceritanya. Elard baru saja dari kantor polisi, melaporkan apa yang tua bangka itu lakukan pada Anin. Ya, ancamannya tak pernah sebuah omong kosong. Dia benar-benar ingin membuat tua bangka itu berakhir di jeruji besi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Tak peduli pada lelehan air mata dan tangis mengais pengampunan yang pria tua itu lakukan padanya. Elard sudah mengeraskan hati, dan hanya menatap datar pada pria tua yang mengemis maaf di bawah kakiny

