111. Kepergian Nara

1467 Kata

"NARA!" Suara teriakan yang terdengar penuh kegeraman itu membuat senyum Anin meredup. Menolehkan kepala untuk mencari seseorang yang baru saja memanggil Nara dengan lantang. Keningnya mengernyit, saat mendapati seorang wanita paruh baya bertubuh tambun dengan wajah sangar, tengah berderap cepat kearah mereka. Di samping wanita asing itu, ada seorang pria bertubuh tinggi kurus, memperlihatkan seringai yang membuat Anin tak nyaman. Baru saja berniat membuka suara, mempertanyakan siapa dua orang itu pada Nara. Tubuh Anin justru terhentak, saat lengannya tiba-tiba ditarik Nara dan tanpa aba-aba, mengajaknya berlari cepat. "N—Na, ini ada apa? Kenapa kita lari?" Di tengah larinya, Anin melontarkan tanya karena tak bisa mengendapkan rasa penasarannya. "Maaf Mbak, tapi jangan sekarang ya, nant

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN