25. Ada Apa Dengannya?

1149 Kata

Mengeratkan genggaman pada kotak bekal di tangannya, Anin berdiri gelisah di depan gerbang. Melarikan pandangan pada penunjuk waktu, kegelisahannya semakin menjadi, saat nyaris sepuluh menit dia menunggu, tapi sosok yang dicarinya belum juga menampakkan diri.  Harus sampai kapan Anin menunggu? Jika begini, bisa-bisa bel tanda masuk sudah lebih dulu berteriak lantang. Ia harus masuk kelas. Tapi ... Anin menunduk dan meratapi kotak bekal ditangannya. Astaga ... Ini benar-benar menyebalkan! Kenapa di saat Anin berusaha menghindar, Elard selalu saja hadir didekatnya tanpa diduga? Tapi ketika dirinya tengah ingin bertemu dengan cowok itu, tiba-tiba saja sulit di temukan. Anin menepuk keningnya cukup keras hingga dia sendiri meringis. Tapi bagaimana lagi? Dia merutuki kebodohannya sendiri. B

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN