24. Sulit Ditebak

2107 Kata

Elard duduk di meja makan, dengan ketiga sahabatnya yang kompak memberikan cengiran. "Silakan dinikmati, Bos." Ucap Panca sembari menunjukkan hasil masakannya bersama Dava dan Dika setelah berjuang selama satu jam di dapur apartemen Elard yang kini keadaannya seperti diterjang angin ribut. Mereka tak segera membersihkan karena berpikir, akan membereskan semua kekacauan itu nanti setelah selesai makan siang. Daripada harus bersih-bersih dua kali. Elard mengedarkan pandangan ke atas meja makan. Melihat hasil masakan ketiga temannya yang tadi memang ia perintahkan untuk memasak. Mengingat, Anin yang seharusnya melakukan itu sudah lebih dulu pulang karena terus merengek, takut di marahi Bibi gadis itu. Terpaksa, Elard membiarkan karena tak tega. Padahal, dia sudah menyuruh ketiga temannya unt

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN