109. Kejutan Elard

1979 Kata

Suara pintu yang terbuka menyita sejenak perhatian Fany dari ponselnya. Mengangkat wajah, ia menaikan satu alis mata, mendapati sosok Saras yang melemparkan diri ke sofa yang berada di seberangnya. "Kenapa lo, Mbak? Kayak orang frustrasi gitu?" Berdecak, Saras mengusap wajah sembari menyandarkan punggung pada sandaran sofa yang berada di belakangnya. Menatap langit-langit ruangan sejenak, sebelum kemudian meletakkan atensi pada Fany. "Gue baru ketemuan sama Anin." Bersilang kaki, Fany meletakan ponsel ke atas meja. Ikut menyandarkan punggung pada sandaran sofa di belakangnya, sebelum kemudian bersedekap tangan. "Oya? Udah lo bilang soal keputusan gue?" "Udah," ucap Saras, yang kemudian menegakkan posisi duduknya. "Lo yakin pecat Anin? Dia kan kerjanya bagus. Bahkan, lo sendiri yang pe

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN