Anehnya tubuh Joanna turut melemah dan rasa nyeri di kaki kirinya mulai menghilang. Gadis itu melirik kakinya yang mulai mati rasa dan melihat dua anak panah menancap di sana. “Kenapa aku mengantuk sekali?” gumamnya lirih. Dan detik berikutnya ia turut ambruk karena tubuhnya mulai mati rasa. Ia masih mencoba berpegang di rambut kuda hitam yang ia tumpangi di tengah kesadarannya yang semakin menghilang. Untung saja ia sudah mengikat tubuh Oberon dengan tubuhnya. Jadi pria itu tidak akan jatuh kecuali dirinya juga ikut jatuh dari kuda. Namun sepertinya kuda itu sangat pandai. Karena ia bisa membuat penumpangnya tidak jatuh walau melesat dengan sangat kencang. Entah kemana kuda itu akan membawanya. Joanna hanya berharap ada seseorang yang bisa menolong mereka. Itulah hal terakhir yang di

