Oberon memasang muka masam dan memalingkan wajahnya. Hingga tak sengaja melihat punggung berotot milik King Solomon yang mulai berjalan kembali ke dalam istana. Punggung itu terpampang menggiurkan membuatnya semakin marah. ‘Apa Joanna menyukai punggung yang seperti itu? Bukannya punggungku juga secantik itu? Kenapa harus melihat punggung milik pria lain?’ batinnya. Amarahnya kian bertambah dan ia membanting pedang kayu di tangannya Sebenarnya tadi ia berniat untuk melakukan latihan dengan bertelanjang d**a agar bisa menarik perhatian Joanna. Namun ternyata rencananya sudah lebih dulu di lakukan oleh King Solomon karena ia bangun kesiangan. “Oberon! Aku benar- benar minta maaf. Aku meminjamkan jubahku karena tadi sangat dingin.” jelasnya Namun pria itu sama sekali tak mau mendengar p

