"Sya, kamu dijemput enggak? Pria itu atau Zulfi yang jemput kamu sekarang?" Nampak Alisya memanyunkan bibirnya kesal. Sebenarnya ia tak mau bertemu dengan Brian, ia juga gak mungkin minta Zulfi buat menjemputnya. Jam segini sih pasti Zulfi masih bekerja, dan dia selalu tak tentu jadwal pulangnya jam berapa. Alisya menghela napasnya gusar. "Aku pulang sendiri aja deh San, lebih enak sendiri daripada dijemput. Apalagi sama Brian. Ogah deh?!" "Oh jadi namanya Brian ya? Aku lupa soalnya. Maklum lah Sya, seorang ibu rumah tangga selalu pelupa." Santi tertawa. "Oya Sya, aku lihat-lihat kayaknya pria itu baik deh. Kok kamu kayak gak suka sama dia. Sebenarnya kamu itu cinta gak sih sama dia? Aku aja hampir pingsan loh waktu liat dia pertama kali. Cowok kamu tuh cakep nya kebangetan," sambu

