Karena insiden pagi itu, Jedidah tidak bisa mengikuti rapat. Entah bagaimana kabarnya sekarang—Dara tidak peduli. Yang jelas, terakhir kali ia melihat pria itu, Jedidah masih meringis sambil menggenggam handuk es, sementara Noah menangis sejadi-jadinya karena merasa bersalah. Jadi, tanpa kehadiran CEO Leviathan Timepieces yang seharusnya duduk di meja utama, Dara dan Hanson melaju ke markas besar perusahaan jam tangan mewah itu untuk menghadiri rapat penting. Di ruang rapat yang luas dengan jendela kaca tinggi menghadap cakrawala kota Jakarta, para eksekutif Leviathan sudah menunggu. Salah satu yang hadir adalah Andreas, kepala desain Leviathan Timepieces, pria Jerman berusia sekitar 50-an yang terkenal perfeksionis dan tidak segan mengkritik desain yang tidak memenuhi standar. Tatapan-

