Satu bulan berlalu. Dara kembali menjalani hidupnya di Spanyol, membangun kembali rutinitas yang sempat porak-poranda. Kali ini, bukan hanya bersama Ibu Sasmita, tapi juga dengan Jedainne yang semakin hari semakin paham bahwa ada sesuatu yang hilang—seseorang yang tak lagi di sisinya. Tak semudah yang Dara kira. Anak-anak terus menanyakan ayah mereka. "Noah mo yayah..." "Ainne mo baleng-baleng..." Awalnya, Dara mengira semuanya akan baik-baik saja. Tetapi setiap malam, saat kedua bocah itu merengek sambil memeluk boneka masing-masing, Dara mulai merasakan bahwa ada kekosongan yang tidak bisa ia isi. Komunikasi dengan Jedidah pun terasa aneh. Dara tidak bisa menghubunginya langsung. Setiap kali mencoba, hanya asistennya yang menjawab, mengatakan bahwa pria itu sedang sibuk. Jika anak-a

