Krystal tercenung beberapa saat. Tidak menyangka bila Orlan akan menceritakan mantan kekasihnya padanya. Karena menurut Krystal, jika ada seseorang yang menceritakan masa lalunya padamu, maka kemungkinannya orang itu menaruh rasa percaya padamu. Lalu apakah Orlan mempercayainya? "Boleh?" tanya Orlan ketika Krystal hanya diam saja dengan pandangan kosong. Krystal mengangguk kikuk. Angin berembus menyapu wajah mereka. Daun dari pohon akasia itu berguguran dan jatuh di atas kepala Krystal. "Sebentar ...." Orlan bergerak maju untuk mengambil daun itu lalu meremuknya tak tersisa. "Aurora?" tebak Krystal, membuat Orlan langsung menatapnya. "Kau beberapa kali menyebutnya di depanku," kata Krystal. Orlan menghela napas berat. "Dia sangat mirip denganmu." Krystal menatap Orlan dari sampin

