Seorang Ayah

1562 Kata

Paud Kusuma hari ini diratakan dengan tanah. Mata Bu Rumi mengalirkan cairan bening. Susah payahnya mendirikan sekolah, mengajukan ijin ke Dinas Pendidikan untuk mendapatkan NPSN (Nomor Pokok Sekolah Nasional), berujung kesia-siaan. Senyum riang anak-anak akan hilang dalam sekejab. Kegiatan di gedung lusuh itu kini menjadi sejarah, tersimpan rapat dalam benak-benak walimurid yang anaknya telah lulus. Tuan Enggar turun dari mobil. Ia mengontrol lokasi pembangunan Vila yang didambakan selama setahun lebih. Bagi dirinya membangun gedung bukan masalah, namun mencari lahan dan lokasi tepat tidaklah mudah. Demi mendapatkan tanah tersebut ia berselisih dengan penduduk nyaris sampai dua tahun. Beruntung ia melnawarkan harga jauh lebih tinggi dari harga standar tanah, membayar tiga kalilipat unt

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN