Indocafe benar-benar melakukan pembaharuan. Buruh bangunan mulai mengoperasikan kemampuannya. Tembok-tembok digempur. Sementara karyawan kafe sibuk merapikan perabotan, mengusung ke ruang paling belakang yang belum akan dirobohkan. Darel meminta tukang untuk memagari pembangunan menggunakan asbes seng supaya tidak mengganggu pandangan publik yang melintas. Orang-orang berkasak-kusuk tentang Indocafe yang ramai namun gulung tikar. Entah dari mana, berita yang beredar mengungkapkan Indocafe bangkrut. Rekonstruksi menjadi bahan obrolan di atas meja kafe-kafe yang lain. Darel tidak peduli dengan kabar berita yang terbang dari mulut ke mulut di luaran sana. Ia fokus pada penciptaan gedung yang kelak akan artistik. Seusai mengajukan permohonan kredit bank, ia dan Rizam membeli material yang di

