Menyesal

1894 Kata
Begitu sampai aku langsung masuk ke rumah orang tua ku,rumah begitu sunyi.biasa nya kalau jam segini hanya mama seorang di rumah,karena papa pasti di kantor. "ma,,,mama"aku menyusuri menemukan mama ruangan tapi aku tidak bisa menemukan mama. "mama kemana kok gak ada,bi,bibi,..." "iya non" "mama kemana bi?" "kata nya bulan madu gitu non" "ha"aku terkejut "bulan madu bi?yang nikah siapa yang bulan madu siapa?" tanya ku,bi Mumun tersenyum "kata nya di rumah sunyi non,biasa nya ada yang di marah,ada yang berteriak sekarang udah tidak ada non" "kalau memang rumah ini sunyi setelah pernikahan ku,kenapa mama sama papa nikah kan aku bi?" "kalau itu ma bibi tidak tau non"aku berlalu dari hadapan nya, "mau kemana non?" "mau tidur bi" dengan malas aku membaringkan tubuh di ranjang keistimewaan ku. "aku menyesal ma,sebenar nya mama sama papa bahagia tidak sih melihat aku menikah dengan suami yang mama jodohkan ke aku?aku menarik nafas ku dan aku pun tertidur,aku memang memiliki hobi tidur dari dulu,orang orang kalau libur suka jalan jalan beda dengan aku lebih suka menghabiskan waktu dengan tidur di rumah,aku di kejutkan dengan suara ponsel yang berdering di sebelah ku dan Tante TATIT. "halo"suara di seberang sana. "ya"sahut ku, "kamu lupa?" "lupa?"tanya ku. "iya apa kamu lupa kalau kamu sudah menikah dan kamu harus tinggal di rumah mami"ya aku benar benar lupa kalau aku sudah menikah dan sekarang aku sudah memilik suami. "maaf Tan,aku benar benar lupa" "lekas lah pulang,Irsyad suami kamu sudah pulang" "iya tan" aku bangkit dan menyusun baju ku yang hanya beberapa stek dan setelah itu aku turun. "bi" "iya non" "aku pulang dulu ya bi" "kemana non?" "kerumah suami ku bi" "iya non,iya"rasa nya aku begitu berat meninggalkan rumah ini karena dari masih dalam kandungan aku tinggal di sini dan sekarang aku harus meninggalkan rumah ini.ah kenapa aku harus sedih to aku bukan pindah ke luar negri, mobil melaju pelan menuju rumah mertua dimana suami ku tinggal,begitu aku sampai aku masuk dengan menenteng tas ku dan rumah ini sama juga sunyi karena kedua adik mas Irsyad tidak tinggal di sini tapi di luar kota meneruskan studi nya,aku langsung masuk ke dalam kamar,aku melihat mas irsyad sedang tidur di ranjang ke sayangan nya,aku membuka lemarinya dan "jangan menaruh apa pun di dalam lemari ku"alangkah terkejut nya ya aku,lemari dan ranjang nya tidak ingin berbagi padaku,baiklah aku meletakkan tas ku di lantai setelah itu aku keluar. "kamu mau kemana?"aku menghentikan langkah ku. "jika tidak ingin berbagi ranjang dan lemari pada ku untuk apa aku tinggal di kamar ini" "kamu istri ku" "lalu?"tanya ku dengan membalikan badan ku ke arah nya "aku capek jadi kamu pijit kan kaki ku"perintah nya,sebenar nya aku ingin menolak tapi,ah sudah lah,aku mendekati nya dan memijit kaki nya, dengan pelan. "kamu sudah makan apa belum?tumben dia bertanya seperti itu jangan gr kamu,aku bertanya seperti itu karena pijitan tangan mu seperti sedang mengelus ku sehingga membuat gairah ku naik" deg suara jantung ku,benar dengan cepat dia membalikan tubuh ku dan seketika dia melakukan nya tanpa merasa canggung atau pun malu,ini kedua kali nya dia melakukan nya,rasa nyeri di pangkal paha ku masih terasa di tambah lagi ini,aku heran dengan sikap nya,cuek dan mengesalkan tapi dia menginginkan tubuh ku,setelah itu aku menarik selimut untuk menutupi tubuh ku. "kamu jangan menganggap ku kalau aku mencintai mu"kata nya pelan,aku melirik ke arah nya"karena aku tidak ingin melampiaskan semua nya pada ke kasih ku,karena aku tidak mau merusak nya" "jadi kamu melakukan ini pada ku karena kamu ingin merusak ku?tanya ku pelan"kalau kamu saja tidak ingin berbagi ranjang dan lemari kenapa kamu mau berbagi.... "itu hak dan kewajiban,masalah ranjang dan lemari aku belum terbiasa berbagi dengan orang lain" "kamu menganggap ku orang lain?" ada rasa sakit menjalar di hati ku"aku sekarang paham,jadi tidak perlu kamu mengatakan lagi"aku bangkit menuju kamar mandi,di sana aku menangis dan aku tidak menghiraukan leherku yang jenjang penuh tanda merah kehitaman. "cepatlah aku juga ingin ke kamar mandi" "iya,aku tau karena kamu juga tidak ingin kan berbagi kamar mandi pada ku"aku keluar dengan hanya memakai handuk,dan rambut basah ku gerai, aku tidak perduli memakai baju di hadapan nya bukan kah dia sudah melihat semua sebelum nya,setelah selesai aku turun dan duduk di sofa di depan tv, "kamu sudah pulang?"tanya Tante TATIT. "sudah Tan"sahut ku malas. "kamu kenapa?" "lagi gak mood Tan" "kenapa?" "mama sama papa pergi bulan madu" "mereka yang bulan madu kenapa kamu yang sewot" "bukan begitu maksudku Tan,yang nikah siapa yang bulan madu siapa?" "jadi kamu ingin berbulan madu?" "tidak" "lalu?" "aku hanya takut ketika mama sama papa pulang mereka akan memberi ku seorang adik"Tante TATIT langsung tertawa ngakak. "masak iya" "bisa saja kan?" "mudah mudahan" "itu memang benar" "apaan sih Tante" "biar kamu semangat membuat cucu buat mami"aku tersenyum malu. "sedang di usahakan Tan,"tapi Allah yang menentukan jawab ku pelan dengan melihat ke arah suami dingin ku yang sedang melangkah menuju ke arah kami,ketika dia ingin duduk di sebelah ku dengan buru buru aku bangkit "mau kemana?" "haus Tan"aku hanya ingin menghindar,dengan langkah tergesa gesa aku menuju lemari pendingin dan menuangkan air ke dalam gelas dan aku meneguk nya sampai habis. "kamu tidak sedang marahan dengan suami kamu kan?" "he,tidak" "kenapa kesan nya kamu berusaha menghindar?" "itu hanya perasaan Tante saja" "perasaan mami saja atau filing mami memang benar" aku terdiam menatap nya,memang filing seorang ibu itu tidak bisa di bohongi,sepintar apapun kita berusaha menutupi nya mereka akan tetap mengetahui nya. "Tante bisa saja" "eh kenapa tato kamu makin banyak dan semakin hitam?" "jangan menggoda ku Tante" "mudah mudahan cepat jadi cucu mami di sini ya"Tante TATIT mengusap perut ku"mami ingin menimang cucu,jika mereka hadir pasti rumah ini sangat ramai"aku tersenyum,aku melihat kesedihan di wajah nya,mudah mudahan Tante,meski mas Irsyad belum menerima ku tapi dia sudah menanam benih nya di rahim ku. Pagi ini aku pergi ke kantor begitu juga dengan mas Irsyad,meski pun kami satu kantor tapi kami mengendarai mobil masing masing.aku tau mungkin dia juga tidak ingin berbagi kursi mobil pada ku.mungkin awal nya aku sulit untuk menerima tapi lama kelamaan aku akan terbiasa,aku hanya butuh waktu untuk menerima semua ini,begitu sampai kantor aku langsung masuk dan "Kinar!!!"suara sahabat ku yang memiliki suara cempreng dan aku sangat mengenal nya dan aku menoleh benar sekali,dia berjalan mendekati ku. "eh kenapa dengan leher mu?"aku langsung membungkam mulut nya dengan tangan ku tapi terlambat mereka semua memandang ku "kamu kalau bicara bisa pelan tidak" "kamu menikah dengan manusia atau dengan serigala?"tanya nya dengan lembut. "ah,,,"dia menghembuskan nafas nya"kamu ingin memegang leher ku yang jenjang"ganas bener laki Lo" "aku menikah dengan manusia setengah serigala" "pantas"dia tersenyum"leher kamu sampai sebegini nya,bagaimana dengan malam pertama mu?pasti sangat indah?lagak Lo kata nya kagak cinta bukti nya leher kamu gambar mawar mulai gugur semua"dia tersenyum "udah ah jangan ngebahas leher ku" "kenapa?aku kan juga ingin tau malam pertama kamu yang gimana gitu" "kalau kamu ingin tau malam pertama ku maka kamu menikah dulu baru aku kasih tau" "itu sama aja kali Kin,tanpa kamu kasih tau aku juga sudah tau"kami berdua tertawa dan mereka menatap kami,aku tidak perduli,tadi nya aku malu dengan leher ku yang seperti ini tapi aku sekarang sudah percaya diri,aku masuk keruangan ku di ikuti oleh Nina sahabat terbaik ku. "kamu ngapain?" "aku ingin tau?" "kepo banget seh Lo?" "biarin" "aku kerja dulu ya sayang setelah itu baru aku cerita"bahasa ku secara tidak langsung ingin mengusir nya. "oke"sahut nya dengan menjawil dagu ku aku duduk termenung di ruangan ku,aku hanya sebagai manager di kantor ini dan suami ku sebagai dewan direksi. aku memijit pelipis ku yang terasa pusing,sebelum menikah aku tidak pernah mengalami hal seperti ini,aku selalu bahagia dengan kehidupan ku tapi ketika sudah menikah aku mulai merasakan hal hal yang aku rasa membuat kepala ku pusing. "kamu keruangan ku sebentar"deg mas Irsyad masuk keruangan ku tanpa ketuk pintu terlebih dahulu. "bisa tidak kalau masuk itu ketuk pintu dulu?" "aku atasan kamu dan aku berhak" tidak punya etika banget,dia menatap ku dengan tajam jangan lebar lebar menatap ku nanti yang ada bisa keluar biji mata kamu"tatapan nya begitu dingin,setelah itu dia pergi "hadeh punya suami seperti dia aku harus benar benar streng"dan aku bangkit sedikit merapikan rambut dan baju ku,dengan santai aku menuju ruangan nya tok,,tok,,tok,, "masuk"suara mas Irsyad,aku memutar handle pintu dan masuk,ternyata di dalam ruangan nya ada beberapa tamu penting. "perkenalkan pak Sam,pak Hardi dan pak ram,ini Kinar manager di sini sekaligus istri saya" alangkah terkejut nya aku,dia memperkenalkan ku kepada rekan bisnis nya kalau aku istri nya,aku menjabat dengan tersenyum,dan aku langsung duduk di sebelah mereka. "pilihan anda tidak salah pak Irsyad" "maksud bapak?" "istri anda begitu sempurna"dia tersenyum "kami siap bekerja sama dengan anda" ternyata dia kemari hanya memperkenalkan ku sebagai istri nya,aku harus bahagia karena dia menganggap ku sebagai istri kepada rekan rekan nya,setidak nya aku tidak seperti wanita simpanan nya.mereka keluar dari ruangan nya begitu juga dengan ku,tapi tangan ku di tarik oleh nya. "jangan pergi dulu"aku menatap nya dengan menarik tangan ku "kenapa,kamu akan mengatakan kalau aku jangan gr karena kamu sudah memperkenalkan ku pada mereka,jangan khawatir mas aku orang yang tau diri"kata ku dengan berlalu dari hadapan nya,dan masuk ke dalam ruangan ku "kalau memang dia tidak mau mengaggap ku istri nya kenapa dia harus memperkenalkan ku pada mereka"batin ku. tidak berasa waktu sudah menunjuk kan pukul 16.30 wib waktu nya pulang,aku akan menunggu beberapa saat agar tidak mengantri di depan pintu lift,aku menyelesaikan pekerjaan ku yang tinggal sedikit,setidak nya aku tidak merasa bosan menunggu mereka yang menunggu di depan pintu lift.akhir nya selesai juga,sebelum pulang aku mengambil tas dan tidak lupa ponsel ku,dengan santai aku berjalan menuju pintu lift,tapi langkah ku terhenti ketika melihat suami dingin ku sedang b******u dengan kekasih nya "ehem,,,"aku berdehem dengan menutup mulut ku,dan benar mereka terkejut dengan melepaskan ciuman mereka "apakah tidak ada tempat untuk kalian b******u sehingga kalian melakukan nya di kantor"mas Irsyad menatap ku dengan malu "maaf,,maaf tadi nya aku tidak ingin perduli tapi aku merasa malu,carilah tempat yang tidak bisa melihat kalian b******u" "kamu cemburu?pertanyaan bodoh" "cemburu? tanya ku'sedikit pun aku tidak cemburu,tapi apakah kamu tidak tau kalau di ruangan ini juga ada CCTV nya?mereka celingukan mencari tempat CCTV tepat mas Irsyad melihat nya. "pergilah dan hapus rekaman itu sebelum besok pagi beredar kata ku dengan berlalu dari hadapan nya. "tunggu,,,,"mas Irsyad menarik tangan ku "bisa tidak kalau ingin bicara itu tidak perlu menarik tangan ku dengan cepat mas Irsyad menepis kan tangan ku dengan kasar "kamu pikir aku takut dengan ancaman mu" "ha,,,,?aku tertawa"aku tidak memiliki hak untuk mengancam mu,jadi terserah"aku meninggalkan mereka dan menuju lift,dengan jalan terburu buru aku menuju parkiran,begitu sampai aku langsung masuk mobil dan menancap gas mobil ku,hanya butuh waktu tiga puluh menit aku sampai dan langsung masuk ke dalam rumah "kamu sudah pulang sayang"suara tante TATIT "ya" Jawab ku pelan "suami kamu mana?" "masih ada urusan Tan,aku ke atas dulu ya gan?" "jangan lupa turun untuk makan malam"aku menjawab dengan mengancungkan jempol ku,pintu kamar aku buka dan meletakkan ponsel dan tas ku di atas meja sofa,sedikit menarik nafas aku menuju kamar mandi setelah selesai aku memakai baju kaos oblong dengan lengan pendek dan celana panjang,tidak lupa menyisir rambut ku dan membaringkan tubuh ku di sofa sambil memainkan ponsel ku. Pintu kamar terbuka aku yakin kalau itu mas Irsyad dan benar dugaan ku,sebelum dia masuk aku bangkit dan dia berjalan menuju nakas untuk meletakan ponsel,dompet,dan ponsel nya,sedangkan aku keluar karena itu akan lebih baik.sesaat dia melirik ku tapi aku tidak memperdulikan nya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN