Rumah baru

1853 Kata
Aku menuju lantai bawa untuk menemui Tante TATIT,tapi beliau tidak ada, "bi,,,"panggil ku, "ya non" "Tante kemana?" "ada di taman belakang"aku manggut manggut sambil berjalan menuju taman belakang,aku melihat Tante sedang asik menyiram bunga anggrek ke sayangan nya "udah sore Tan" "mami,,Kinar" "iya" "mana suami kamu?" "ada di kamar Tan'sahut ku sambil duduk di ayunan,aku benar benar ingin menghindari nya saat ini,karena aku masih ingat gimana dia b******u di kantor dengan kekasih nya,sungguh jika aku mengingat nya aku benar benar merasa jijik. "kamu kenapa?" "ah gak ada Tante" "kalau gak ada kenapa melamun?"aku tersenyum, "bunga itu sudah begitu subur kenapa Tante masih saja merawat nya?" "maka nya kamu buruan hamil jadi ada kegiatan baru mami aku tersenyum untuk saat ini aku benar benar malas memikirkan itu semua. "mami sudah siap masuk yuk"? "oh duluan aja Tan,nanti aku menyusul" Tante TATIT meninggalkan ku karena aku masih menikmati udara segar di taman belakang karena semua nya menyejukan mata dan otak ku yang sedang stres,ah apa kah aku stres karena melihat dia b******u dengan kekasih nya,ah tidak apa urusan ku,itu menjadi urusan ku karena yang b******u suamiku. "kamu menghindari ku"?aku di kejutkan dengan suara mas Irsyad. "tidak" "lalu kenapa kamu merasa menghindari ku?" "itu hanya perasaan kamu'' aku merasakan aku tersenyum tanpa melihat nya "besok kita akan pindah ke apartemen ku''aku menarik nafas ku "ya" "kamu tidak suka" "aku tidak mengatakan tidak suka" "tapi wajah mu mengatakan kalau kamu tidak suka" "apa aku boleh mengatakan kalau aku tidak suka?" "kamu tidak ada hak mengatakan itu'' "lalu kenapa kamu bertanya kalau aku tidak suka? "karena aku melihat nya" "terserah kamu mas"jawab ku sambil berjalan meninggalkan nya,dia mengikuti ku dari belakang,makan malam sudah tersedia aku mendekati bibi. "non Kinar mau apa?" "aku hanya ingin membantu Bi" "tidak usah non,semua sudah siap'' "syukurlah'semua sudah berada di meja makan,dan aku pun menyusul. "mi,Pi"suara mas Irsyad,kedua orang tua nya menatap nya. "aku ingin bicara" "bicaralah"aku tidak bersuara,karena aku sibuk menikmati makan malam ku "kami akan pindah ke apartemen ku" "kenapa kalian harus pindah?"tanya Tante TATIT. "kita sudah menikah mi,kami ingin hidup mandiri" "papi tidak bisa menghalangi keinginan kalian berdua,yang papi harapkan kamu bisa menjadi suami yang bertanggung jawab" "pasti Pi"jawab nya dengan menatap ku,makan malam telah berlalu dan aku masuk ke dalam kamar sedangkan mas Irsyad masih ngobrol sama papi nya,ku baring kan tubuh ku di sofa di mana seharus nya aku tidur,kalau tau begini lebih baik aku tidak menikah dengan nya,karena bukan kebahagiaan yang aku dapat tapi sebalik nya,tidak aku tidak ingin mengecewakan mereka. pintu kamar terbuka dan aku pura pura tidur,sejenak dia menatap ku dan entah apa yang sedang dia pikirkan. malam ini begitu dingin karena hujan turun begitu lebat,dan seperti malam kemaren dia membawa ku kedalam pelukan nya untuk mencapai kenikmatan,setelah itu dia meninggalkan ku di sofa,aku meringkuk,sebenar nya suami seperti apa yang telah menikahi ku,dia tidak mencintai ku tapi dia menginginkan tubuh ku. Waktu masih menunjukan pukul 05.00 pagi aku sudah menuju kamar mandi dan membersihkan diri,setelah itu aku mengeringkan rambut ku memakai handuk,setelah itu aku turun ke bawah dan aku melihat bibi menyiapkan sarapan. "masih pagi kenapa bangun non?"tanya bibi dengan tersenyum melihat rambut ku yang aku gerai karena masih sedikit basah,dan di leher ku tato semakin merah. "aku hanya ingin belajar masak bi,walau pun terlambat" "non Kinar gak perlu repot repot masak karena den Irsyad jarang makan di rumah"aku tersenyum karena aku tau dia akan makan di luar dengan ke kasih nya, "benar kah Bi?tanya ku pura pura tidak tau"kalau begitu aku tidak harus repot repot ke dapur Bi"ada rasa sedikit kecewa di hati ku,karena aku akan tau apa yang akan terjadi ketika kami pindah rumah"hmmm,,,,tapi gak masalah bi,setidak nya aku masak untuk diri ku sendiri"bibi tersenyum menatap ku,dengan sigap aku membantu bibi menyiapkan sarapan di meja makan. "kamu bangun jam berapa sayang?tanya Tante TATIT dengan melihat rambut ku yang basah dengan tersenyum "jam berapa tadi ya,lupa Tan" "aduh Kinar,panggil mami,,,kalau kamu panggil mami dengan sebutan Tante kesan nya kamu seperti orang asing"aku tersenyum dengan memegang pipi nya "aku sudah berusaha Tante tapi lidah ku susah sekali untuk,,," "alasan"kami tertawa bersama sama,aku merasa tidak sedang bersama mertua ku tapi dengan teman ku"hari ini kamu akan pindah pasti sunyi" "jangan sedih Tan,kami pindah bukan ke luar negri,kita masih tinggal di satu wilayah pasti aku akan sering datang" senyum manis mengembang di wajah cantik nya yang tirus. tidak berapa lama om Irfan dan suami dingin ku turun menuju meja makan dengan pakaian santai nya,karena hari ini aku dan mas Irsyad tidak ke kantor. "tumben semua nya sudah pada bangun cepat" kedua nya tersenyum,dan langsung menuju meja makan.setiap hari ini lah kegiatan baru yang akan aku jalani. setelah selesai makan aku kembali ke kamar tanpa menatap suami ku. "kamu sudah siap Kin?" "sudah Tan"dengan langkah cepat aku menuju kamar dan mengambil semua barang barang ku dan membawa nya turun. "seperti nya kamu yang begitu bersemangat untuk pindahan?" "ah bukan begitu om" "papi Kinar"om irfan dan Tante bersamaan,membuat aku tertawa. TATIT berkata "kompak banget "tanya ku kini giliran mas Irsyad masuk ke dalam kamar untuk mengambil barang nya. "mami dan papi tidak bisa mengantar ya,tapi sore nanti setelah papi pulang kantor akan kesana sama mami" "tidak perlu repot repot Pi" "kamu tidak suka papi sama mami kesana?" "bukan begitu pi"aku hanya diam dan kami pun berpamitan dan meninggalkan rumah kedua orang tua mas Irsyad,kami naik mobil masing masing karena itu akan lebih baik,dia membawa mobil nya terlebih dahulu aku mengikuti nya di belakang karena mas Irsyad tidak memberitahu alamat nya,berumah tangga dengan orang yang tidak mencintai kita sama sekali itu benar benar sangat sulit. Begitu sampai aku turun dengan membawa barang ku dan mengikuti langkah mas irsyad dari meja makan sampai apartemen pun kami tidak saling buka suara,itu lebih baik,kami bukan kawin kontrak atau sejenis nya,sehingga tidak memiliki perjanjian apa pun,tapi yang masih ingat di kepala ku kalau dia tidak ingin berbagi ranjang dan lemari tapi dia mau berbagi tubuh pada ku. pintu lift terbuka dan kami sama sama masuk lantai 23 pintu lift terbuka,aku masih mengikuti langkah ku,pintu apartemen terbuka,kelihatan kecil sekali apartemen ini tapi terlihat mewah,aku masih diam mematung karena hanya ada satu kamar,dia sebenar nya niat tidak sih mengajak ku tinggal bersama, "kenapa kamu diam di situ?"membuat ku tersentak,aku tetap diam menatap nya "kamu dengar" "aku tidak tuli" "lalu kenapa diam?" "apa yang harus aku lakukan?" "kemasi barang mu" "kemasi?tanya ku dengan tersenyum"bukan kah kamu tidak ingin berbagi lemari dan ranjang pada ku?" dia menatap ku dengan tatapan sinis. "kalau kamu memang tidak berniat mengajak ku tinggal bersama lebih baik aku ngontrak saja" "kemasi,,dan ingat jangan senang dulu karena aku terpaksa"aku tersenyum "sudah aku duga" sahut ku masuk ke dalam kamar menyusun barang ku "dan ingat jangan pernah menyentuh barang ku" "kalau kamu tidak ingin barang kamu di sentuh maka kamu jangan menyentuh barang ku" "aku tidak pernah menyentuh barang mu"Jawab nya "kamu yakin tidak pernah menyentuh barang ku?" "aku sangat yakin" "lalu ini" kata ku dengan menunjuk leher ku yang penuh dengan tato,dia menatap ku tanpa berbicara. bel berbunyi dengan cepat dia melangkah menuju pintu dan membuka pintu ternyata Susan mereka berpelukan tanpa menghiraukan ku yang merasa tidak di hargai,aku tersenyum melihat mereka,mereka langsung melepaskan pelukan nya,dengan tatapan tidak suka Susan menatap leher ku "kamu bohong beb,kata nya kamu gak akan tidur dengan nya tapi leher nya?kata nya dengan menunjuk leher ku, "leher nya kenapa? tanya nya "itu bukan perbuatan ku beb,percayalah"kata nya dengan memegang kedua pipi kekasih nya,aku hanya tersenyum,aku tidak ingin melihat semua nya dengan langkah cepat aku meninggalkan mereka,mungkin ini lebih baik buat ku, "dia kenapa yang,marah?" "jangan kamu pikirkan" "lalu kalian satu ranjang?" "tidak,dari pertama kami menikah kami tidak pernah satu ranjang,dia tidur di sofa"bohong nya,bagaimana mungkin Irsyad membiarkan tubuh indah kinar di biarkan begitu saja sementara terpampang nyata di hadapan irsyad "sayanng"suara nya begitu manja kesan nya seperti wanita binal anggap saja seperti itu. "jika kamu tinggal di sini aku akan lebih bebas menemuimu kapan saja" "jangan terlalu sering kemari?" "kenapa kamu tidak suka dengan kehadiran ku?" "bukan begitu maksud ku sayang?" "lalu?" "aku takut kedua orang tua ku dan kedua orang tua nya melihat keberadaan mu di sini,apa kata mereka nanti" "kamu takut?" "aku tidak takut,yang aku takutkan mereka akan membuat kamu tidak tenang"Susan tersenyum manja sementara aku sedang duduk di lobi memainkan ponsel ku,seharus nya aku ke kantor saja jadi aku tidak seperti tamu yang berkunjung di rumah ku sendiri,aku menuju lift dan langsung masuk untuk menuju apartemen.aku tidak perduli apa yang sedang mereka lakukan benar begitu pintu aku buka mereka sedang duduk santai di sofa sedang bermesraan,aku tidak perduli sungguh aku tidak perduli apapun yang akan mereka lakukan, dengan langkah pelan aku menuju kamar dan menyalin pakaian ku dengan pakaian kantor,rambut aku ikat asal saja dan tidak lupa memakai lipstik sehingga menambah kecantikan di wajah ku,dengan langkah terburu buru aku keluar dan menuju parkiran,sesaat sebelum aku keluar mereka berdua menatap ku,mobil melaju kencang menuju kantor. "hai Kinar"sahabat ku satu satu nya yang paling dekat dengan ku,karena aku orang nya tidak suka bergaul sehingga hanya beberapa teman yang aku punya bahkan cuma hitungan jari "kamu Nin?" "kirain kagak masuk lo?" "tidak ada alasan untuk tidak masuk kantor" "ada" "apa?" "santai neng,alasan nya karena kamu sedang menikmati masa masa pengantin baru" "basi tau" "kok basi sih" "baru juga dua Minggu Lo nikah udah basi"aku tersenyum dengan mencubit pipi nya yang gemul"sakit tau Kin,eh mana suami Lo" lagi si rumah sedang beres beres" "yakin Lo dia sedang beres beres?" "kenapa gak Nina"jawab ku"udah ah aku kerja dulu" "telat udah jam sebelas bentar lagi juga istirahat" "maka nya sebelum jam istirahat aku kerja dulu sayang,buruan ah keluar aku mau Kosen dulu dengan kerjaan ku" "sejak kapan?" "hari ini,,,buruan ah"aku mengusir nya,aku tidak ingin mengatakan kalau aku sedang dilema,karena aku tau pasti akan banyak pertanyaan yang membuat ku tambah dilema,waktu berjalan begitu cepat, "kamu tidak pulang kin?" "bentar lagi Nin,kamu duluan aja" "oke"suara tawa dan canda begitu ramai aku dengar pasti mereka senang akhir nya jam pulang pun tiba,tidak dengan aku jika aku pulang sekarang aku takut bukan takut sih malas melihat mereka berdua masih di rumah, Jam sudah menunjukan angka 19.00wib aku masih malas beranjak dari kursi ku,aku masih sibuk menyelesaikan pekerjaan ku "kamu kenapa belum pulang,aku lapar"mas Irsyad,aku tidak membalas nya. "kenapa cuma kamu read aja dan kenapa tidak kamu balas? cerewet banget sih ini orang "aku bukan pembantu mu,jika ingin makan delivery saja atau makan di luar,tapi bukan nya kamu masih bersama dengan Susan?jika iya kenapa kalian tidak makan di luar saja?kirim tidak ada balasan,berarti dugaan ku benar kalau mereka masih bersama,nafas ku tiba tiba serasa sangat berat,aku bisa mati dengan cepat kalau seperti ini. sebenar nya aku masih betah tinggal di kantor tapi aku harus pulang,jam sudah menunjukan 21.00.dengan langkah malas aku meninggalkan kantor dan menuju rumah,aku putar handle pintu ternyata tidak di kunci. "apa yang kamu lakukan di kantor sehingga kamu pulang jam segini?"tanya nya aku tidak menjawab dan berjalan menuju kamar "aku bertanya? oh aku tau pasti kamu marah,kecewa dan sakit hati melihat kami berdua sedang bermesraan"aku hanya tersenyum,aku tetap diam "aku ingin mandi"pamit ku,setelah itu aku mengguyur kepala ku yang benar benar terasa sangat berat.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN