Menginap

1865 Kata
Begitu selesai mandi aku langsung tidur di sofa dan menutup tubuh ku dengan selimut,aroma wangi di tubuh ku begitu menimbulkan syahwat siapapun yang mencium nya,bukan niat untuk menimbulkan syahwat mas Irsyad tapi ini lah aroma tubuh ku ketika akan tidur.pintu kamar terbuka dia masuk dan sejenak menatap ku "aku tau kau belum tidur" "apa yang ingin kamu tanyakan?" "aku lapar" "apa hubungan nya dengan ku?" "kau istri ku"aku tersenyum dan duduk dengan memandang ke arah nya, "aku memang istri mu,tapi sebelum kita pindah di istana mu ini bibi mengatakan kalau kamu jarang makan di rumah,lalu kenapa kamu ingin makan di rumah?" "bukan berarti aku tidak makan di rumah" "kamu bisa makan di luar dengan Susan,karena hari ini aku benar benar sangat lelah" "hati mu yang lelah atau"aku berdiri dan berjalan ke arah nya "hati ku begitu kuat,bahkan sekarang hati ku lebih kuat karena memiliki suami seperti mu" "kau mengejek ku?"suara terdengar sangat dingin "aku tidak sedang mengejek mu tapi aku bicara yang sebenar nya" "kalau itu mau mu baik,aku akan keluar" "kamu memiliki hak sepenuh nya"sahut ku dengan keluar dari kamar menuju ruang TV,aku akan tidur dibawah,karena di ruang TV ada karpet yang tebal juga bantal yang empuk,dengan sedikit kesal ku baringkan tubuh ku yang benar benar letih,dalam waktu singkat aku pun tertidur. aku terbangun karena merasakan sebuah sentuhan dan kecupan dan bibir ku,ternyata meskipun aku sedang letih dia tetap mengajak ku tidur bersama,dengan cepat dia menyatukan tubuhnya dan tubuh,seperti malam sebelum nya dia tidak akan membiarkan ku tidur dengan tenang,terlihat sebuah senyuman puas di bibir nya.hanya tarikan nafas berat yang dapat aku lakukan. Waktu masih menunjukan pukul 05.00wib aku menuju kamar mandi di bawah untuk mengguyur tubuh ku yang terasa sangat lelah,begitu selesai mandi aku menyiapkan sarapan pagi,hanya secangkir kopi dan sepotong roti sandwich sudah tersedia di meja makan,aku masuk ke dalam kamar untuk mengganti pakaian ku dengan pakaian kerja,dia menatap ku yang sedang memakai dasi,aku memegang leher ku yang tato berwarna merah kehitaman tidak akan hilang karena dia terus menambahkan warna di leher ku. "hari ini aku akan pulang terlambat" "kau tidak perlu minta izin pada ku"sahut nya sungguh aneh ketika dia menyatukan tubuh nya di tubuh ku rasa nya begitu lembut tidak seperti malam pengantin kami,lalu kenapa setelah itu dia begitu dingin, "kalau itu mau mu baiklah"jawab ku dengan beranjak pergi turun kebawah menuju parkiran,di sana aku melihat Susan dengan penampilan menarik,rok model dress di atas lutut berwarna hitam begitu serasi tapi tidak kalah cantik nya dengan diri ku "hai Kinar"sapa nya "hai" "di mana kekasih ku?cuih aku ingin meludah di wajah nya yang centil "masih di atas,kamu bisa menunggu nya atau kamu bisa langsung ke atas" "tawaran yang menarik"aku langsung masuk ke dalam mobil ku dan dia menuju apartemen mas Irsyad,apa peduli ku bukan kah dia kekasih suami ku yang sebelum menikah dengan ku dia sudah menjadi kekasih nya.aku mengendari mobil agak sedikit lamban karena hari masih begitu pagi. "hai sayang"sapa Susan kepada Irsyad. "hai,ada apa pagi pagi sudah kemari?"Irsyad masih menikmati kopi dan roti sandwich nya "kamu tidak suka dengan kehadiran ku? "bukan itu,tapi ini masih pagi sekali sayang" "aku ingin berdua dengan mu sayang" "tapi aku harus ke kantor"Susan bergelayut mesra di bahu Irsyad, "aku tadi ketemu dengan istri mu?" "lalu?" "tadi nya aku ingin menunggu mu di bawah tapi dia bilang aku bisa naik ke atas"Susan tersenyum"istri kamu itu ramah dan baik ya,pada hal dia tau kalau aku pacar suami nya,tapi dia mengizinkan aku tanpa melarang ku untuk bertemu dengan mu" benar Kinar memang istri yang baik,dia tidak pernah marah,dia tidak pernah menuntut apa pun pada ku,sebenar nya Kinar istri yang sempurna tapi aku hanya belum bisa menerima keberadaan nya di kehidupan ku,batin Irsyad "kamu ingin kemana?" "aku ingin shopping sebelum aku ke Jogja" "kamu ngapain ke Jogja?" "ada pemotretan" Irsyad memandang Susan "kalau begitu aku akan ke kantor"Irsyad mengusap mulut nya dengan tisu,setelah itu berdiri dengan manja Susan menggandeng tangan Irsyad turun menuju parkiran "kamu naik apa? "aku bawa mobil,jadi sampai ketemu"sebelum berpisah Susan mengecup bibir irsyad,sungguh pemandangan yang sangat miris,mereka seperti pasangan suami istri yang begitu romantis aku sibuk mengerjakan laporan yang harus aku email kan ke beberapa perusahaan untuk kerja sama.seharus nya ini di kerjakan oleh sekretaris tapi mas Irsyad menyuruh ku untuk mengerjakan semua nya,sekitar jam 10 semua nya selesai dan aku harus mengantar ke ruangan nya,suatu hal yang paling malas aku lakukan untuk saat ini tapi apa yang bisa aku lakukan, tok,,tok,,tok, "masuk"aku memutar handle pintu dan langsung masuk, "ini laporan yang kamu minta"kata ku tanpa menatap nya "cepat sekali?" tanya nya tapi aku tidak menghiraukan "kalau tidak ada lagi aku boleh keluar?" "silahkan"aku pun keluar tanpa harus banyak basa basi, ku hempaskan p****t ku di kursi ruangan ku kepala ku benar benar terasa berat,baru satu bulan aku menjadi istri nya,bagaimana kalau seumur hidup menjadi istri nya,tidak pernah aku bayangkan sebelum nya, waktu nya jam pulang seperti biasa aku pulang selalu belakangan karena aku tidak mau berhimpitan dengan yang lain,tapi tidak aku akan ke rumah mama,aku ingin tidur tanpa ada gangguan apa pun,ku putar handle pintu dan bersamaan aku dan Irsyad keluar dari pintu ruangan masing masing,kami saling pandangan sesaat dan, "kamu udah pulang sayang?"suara susan dia langsung memeluk Irsyad,sesaat Irsyad menatap ku sebelum dia membalas pelukan susan.aku berjalan menuju pintu lift sayang semua lift terpakai mau tidak mau aku harus bersebelahan dengan mereka sesekali aku melihat jam yang melingkar di pergelangan tangan ku. "kamu kelihatan buru buru Kinar?"kekasih suami menyapaku."ya"jawab ku singkat dan tep pintu lift terbuka dan aku langsung masuk di ikuti dengan mereka berdua,aku berusaha sedikit menjauh karena aku tidak ingin melihat mereka yang begitu menjijikan bahkan lebih jijik dari sampah. Dengan langkah terburu buru aku masuk dalam mobil dan langsung tancap gas,aku akan bicara dengan kedua orang tua ku dan kedua orang tua Irsyad agar aku di pindahkan di bagian lain,karena sekarang aku merasa kalau aku sudah tidak nyaman dengan kehadiran Susan di ruangan Irsyad bahkan aku selalu melihat mereka berciuman di depan umum. begitu sampai rumah mama,aku melihat mama sedang duduk santai di depan TV "eh kamu datang?" "ya"sahut ku sedikit malas "kamu kenapa?kamu baik baik saja kan?" "aku sedang tidak baik ma"jawab ku manja,mama tersenyum melihat leher ku yang berwarna merah dan kehitaman "kamu bertengkar?" "bertengkar?tanya ku"gak ma,dia tidak akan membiarkan ku tidur dengan tenang ma" "bagus,itu artinya mama akan punya cucu dari kamu" "ma"panggil ku manja"aku ingin tidur ma,dan jangan ganggu ma" "nama nya juga pengantin baru kin"teriak mama ketika aku sudah sampai lantai atas "tapi gak gitu juga ma,lagian,,,"aku tidak meneruskan kata kata ku,mama tersenyum melihat ku Dasar Irsyad ngapain juga dia membuat tanda merah di leher ku,bahkan belum lagi hilang tanda ini dia menambah nya kembali.aku sedikit gusar,sudah satu bulan kami menikah dan Irsyad tidak pernah membiarkan tidur malam ku dengan tenang,dia selalu menyatukan tubuh nya pada ku. tanpa mandi aku langsung tidur dengan pulas,rasa nya sungguh nikmat karena selama satu bulan aku tidak pernah tidur di kasur sungguh menyedihkan,aku di kejutkan dengan suara ponsel panggilan masuk, Irsyad,,untuk apa dia menelpon ku bukan kah aku tadi sudah minta izin pada nya tapi dia menjawab itu tidak perlu "kenapa tidak kau angkat pesan masuk,aku tidak membalas nya hanya membaca nya "sebenar nya mau mu apa!!!pesan masuk,dari tulisan nya aku tau kalau dia sedang marah "bukan kah tadi pagi aku sudah mengatakan pada mu kalau aku izin pulang terlambat tapi setelah aku pikir aku tidak pulang"pesan aku kirim "kemana kau pergi!!!pesan masuk" "kamu tidak perlu tau,bukan kah ini yang kamu harapkan dengan hubungan kita,jadi biarkan aku istirahat"pesan aku kirim dan ponsel langsung aku non aktifkan. Di rumah Irsyad uring uringan,berusaha menelpon ke nomor Kinar tapi nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan "kau membuat aku marah Kinar,dan sekarang aku benar benar sangat marah"gigi Irsyad bergelatuk menahan amarah nya "lihat apa yang akan aku perbuat pada mu" Rasa nya Kinar masih kurang tidur malam nya,tapi Kinar harus ke kantor "ma,,,," "ya ampun Kinar kamu itu sudah dewasa dan sudah menjadi seorang istri tapi sikap mu seperti anak kecil" "aku berangkat ma" "eh kamu belum sarapan sayang" "aku akan sarapan di kantor ma'sahut ku dengan mencium pipi nya dan langsung menancap gas mobil ku,begitu sampai kantor aku memarkirkan mobil ku,mobil Irsyad sudah terparkir,tumben dia datang cepat ,dengan langkah terburu buru aku masuk kedalam ruangan ku "Cika apa Bu Kinar sudah datang"Irsyad menelpon sekretaris nya "sudah pak" "suruh dia ke ruangan saya sekarang" "baik pak"telpon terputus"aneh pak bos kenapa tidak langsung saja menelpon ke Bu Kinar"sekretaris nya tersenyum dengan menggelengkan kepala"mungkin lagi bertengkar,kalau mereka bertengkar kenapa tato di leher Bu Kinar tidak hilang malah makin parah. tok,,tok,,tok "masuk" "maaf Bu,pak Irsyad memanggil ibu Kinar agar keruangan nya" "kenapa dia tidak menelpon ku? "saya tidak tau Bu,kalau begitu saya permisi Bucika keluar,aku merapikan rambut ku sedikit berantakan tok,,,tok,,tok aku mengetuk daun pintu ruangan irsyad "masuk"aku memutar handle pintu "kenapa kau tidak mengangkat ponsel mu,dan kenapa kau tidak pulang, kemana kau pergi"??aku tersenyum "kenapa kau tersenyum?" "aku kemaren sudah minta izin pada mu tapi kau bilang aku tidak perlu minta izin" "kapan aku mengatakan nya?" "kau sudah lupa?oh tidak ternyata sekarang seorang Irsyad Abdul Malik menjadi seorang pelupa,apa kata dunia"ejek ku "sejak kau hadir di kehidupan ku"aku langsung terdiam "apa kehadiran ku benar benar membuat mu terganggu?'' "sangat,sangat terganggu" "apa kah kau akan menceraikan ku?"tanya ku pelan "aku tidak mengatakan nya" "baiklah"kata ku pelan"maaf kalau kehadiran ku sudah mengganggu mu dan membuat mu menjadi tidak nyaman aku melangkah keluar dengan wajah gusar,cika sekretaris Irsyad memandang ku dengan pandangan curiga. aku tidak pernah berpikir kalau kehadiran ku benar benar menganggu nya,lalu apa yang harus aku lakukan,harus kah aku kembali kerumah orang tua ku,ah tidak,ke rumah orang tua nya itu lebih tidak mungkin. hari ini aku pulang lebih cepat tidak seperti biasa nya,begitu sampai apartemen aku menyiapkan makan malam hanya dengan menu stik daging sapi,itu menu kesukaan nya,dan tidak lupa dengan secangkir teh,karena kalau malam irsyad mau nya minum teh dan kalau pagi kopi,aku mendapatkan semua ini dari bibi yang bekerja di rumah orang tua nya. setelah selesai aku mandi di kamar mandi bawah karena aku tidak mau ketika aku sedang mandi dia akan mengusir ku dengan kasar. Setelah selesai aku tidur di sofa ruang TV,rasa nya bukan badan ku saja yang terasa sakit tapi otak ku juga sakit.aku mendengar suara langkah kaki dan aku melihat Irsyad yang pulang, dia melihat sesaat ku setelah itu dia menuju kamar nya,ketika dia turun hanya memakai celana boxer dan kaos oblong yang pas dengan tubuh nya,dia duduk di meja makan dan menyantap makan malam yang sudah aku siapkan. Begitu selesai dia berjalan ke arah ku dan duduk sebelah ku untuk melihat acara tv,aku pindah di bawa dengan lantai yang beralaskan karpet permadani,dan aku pun tertidur tapi dasar Irsyad dia tidak membiarkan ku tidur dengan tenang seperti malam yang sudah sudah dia menyatukan tubuh nya pada ku dan setelah selesai dia meninggalkan ku begitu saja.itu bagi ku sudah biasa bahkan sudah menjadi santapan malam ku. seperti biasa aku selalu menyiapkan sarapan pagi dan kopi untuk nya,pagi ini hanya roti tawar setelah itu aku berangkat ke kantor. sampai kapan aku akan seperti ini,rumah tangga kami benar benar tidak seperti layak nya. tidak pernah bertegur sapa apa lagi ngobrol itu hal yang tidak mungkin.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN