bc

Ranjang Panas Lelaki Tak Dikenal

book_age18+
184
IKUTI
2.9K
BACA
love-triangle
one-night stand
family
HE
drama
addiction
like
intro-logo
Uraian

Sinta Dara Syailendra adalah perempuan yang sangat pintar dan cantik. Pewaris dari Syailendra grup. Ia dijebak oleh Ibu dan adik tirinya sehingga tanpa sengaja ia terlibat cinta satu malam dengan seorang CEO muda yang tampan bernama Damian Wijaya. Naasnya saat mereka melakukan hubungan terlarang itu mereka dalam kondisi mabuk hingga tidak saling mengingat wajah masing-masing. Hingga akhirnya Sinta hamil dan sang ayah mengusirnya. Dalam keterpurukan Sinta berjuang untuk bertahan hidup dan juga berusaha menyelamatkan papanya, dari kejahatan adik dan ibu tirinya.

chap-preview
Pratinjau gratis
BAB 1. Tidur Dengan Pria Asing
"Hei, mau apa kamu? Lepaskan!" Seorang wanita terdengar menjerit, ia berusaha mendorong tubuh pria yang tengah menindihnya dengan sekuat tenaga. Wanita bernama Sinta itu dibuat terkejut saat masuk kamar, ternyata seorang pria sudah ada di dalamnya. Pria yang tak dikenalnya itu langsung melempar tubuhnya ke atas ranjang dan coba menodainya. Tanpa memedulikan jeritan Sinta, Damian pun menindih tubuh indah itu. "Tidak usah sok suci dan bersikap munafik! Kamu pasti sudah sangat berpengalaman!" kata pria bernama Damian dengan ketus sambil melucuti satu persatu pakaian yang Sinta kenakan tanpa memedulikan penolakan dari sang pemiliknya. Bibir tipis Sinta yang terbuka tak disia-siakan oleh Damian, dengan lahap ia melumatnya hingga kamar yang tadinya sepi kini terdengar ramai dengan sura desahan dan erangan keduanya yang saling bersahutan. Damian mencium dan meremas d4da Sinta dengan lembut sehingga wanita yang memang sudah terangsang itu pun tanpa sadar mengimbangi cumbuan yang dilakukan oleh Damian. Ia menikmati setiap sentuhan itu karena terbawa suasana yang telah dibuat lelaki yang sama sekali tak dikenalnya. "Ahh ... teruskan itu nikmat sekali," racau Sinta sambil mengigit bagian bawah bibirnya. Damian pun tersenyum melihat reaksi Sinta. Seumur hidup, ia memang belum pernah gagal dalam menaklukkan wanita mana pun di atas ranjang. Desahan dan lenguhan Sinta membuat Damian semakin bergair4h, bibir dan jemarinya tak henti menyusuri tubuh mulus Sinta yang begitu seksi di matanya. Sinta pun tak kalah liarnya, meski itu pengalaman pertamanya dan dalam keadaan tak sadar. Namun, ia begitu mudah menjelajahi badan kekar yang ada di atasnya itu. Bahkan, dengan agresifnya dia melucuti apa yang dikenakan Damian. Damian begitu senang dengan lawan mainnya kali ini karena Sinta terlihat mendambakan kepuasan darinya. Sangat berbeda dengan wanita-wanita yang biasa ia sewa, mereka selalu berusaha memberikan kepuasan tanpa menuntut untuk dipuaskan. Perlahan Damian mulai menyatukan tubuh mereka. Namun, baru saja ia akan melakukan penyatuan, gadis itu menjerit kesakitan. "Argh … sakit!" keluh Sinta lirih. Damian menghentikan aktivitasnya sesaat, dengan kening mengernyit dia menatap Sinta. "Ini pertama kali untukmu?" tanya Damian tak percaya. "Emhh ….” Sinta memukul d**a Damian dengan manja, rasa berdenyut nikmat pada area intinya membuat dia menginginkan sesuatu itu masuk lebih dalam lagi. Damian menyeringai senang, dia tidak menyangka kalau asistennya telah memberikan wanita cantik dan masih perawan. Dia tidak akan rugi meski harus mengeluarkan uang lebih besar untuk wanita itu karena baru kali ini ia merasakan kenikmatan seorang perawan. Dengan bersemangat lelaki itu melanjutkan kembali penyatuan mereka hingga adegan panas itu mulai memasuki permainan inti yang lebih intens, di mana dua manusia saling berbagi kenikmatan hingga mencapai puncaknya. "Argh … kau wanita terbaik yang pernah dikirim untukku!" Dengan penuh kepuasaan Damian memeluk Sinta dengan erat, ia benar-benar bahagia karena Sinta yang terengah-engah membuatnya merasa menjadi lelaki yang sempurna. "Jadilah wanitaku! Aku ingin terus memakaimu lagi dan lagi sampai aku bosan," bisik Damian di telinga Sinta yang terlihat begitu lemah dan berkeringat. *** Keesokan harinya, sinar mentari yang masuk dari sela jendela kaca membuat Sinta mengerjapkan matanya. Wanita itu tersentak kaget saat melihat punggung lelaki yang memiliki tanda hitam tidur tepat di hadapannya. Reflek dia duduk dan menutup d4da dengan kedua tangan karena tubuhnya yang tak dilindungi oleh apa pun. "Astaga! Ada apa ini?" tanya Sinta kebingungan, ia melihat pakaian dan selimut yang berserakan di lantai. Ia perlahan bangkit. Namun, rasa perih di daerah intinya membuatnya meringis dan kembali terduduk. "Aww ..." Tanpa sengaja ia melihat noda darah di atas sprei yang membuat matanya langsung melotot sempurna. Sadar jika kehormatannya sebagai wanita sudah tidak ada membuat air mata pun perlahan menetes di pipinya. Sinta berusaha mengingat apa yang sudah terjadi, tetapi ia tak mampu mengingatnya sama sekali. Melihat keadaannya saat ini membuat wanita itu ketakutan. Dengan cepat, ia segera memunguti pakaiannya dan langsung mengenakannya. Setelah selesai berpakaian, Sinta pun keluar dari kamar tanpa melihat Damian lagi. Pelan-pelan ia membuka dan menutup pintu, saat melihat nomor di pintu dia sangat kaget karena ternyata semalam ia telah salah masuk kamar. Sesaat ia terdiam sebelum kembali melangkah sambil menahan perih di area pangkal pahanya. Sementara itu, saat Damian bangun, matanya menyipit melihat tempat di sampingnya kosong. Ia mengeratkan rahangnya saat mengetahui jika Sinta ternyata sudah pergi. “Wanita sialan! Semua wanita memang sama saja, sialan!” makinya dengan emosi. Dari sekian banyak percintaan, baru kali ini ia ditinggalkan begitu saja oleh partnernya. Dan, hal itu sangat melukai harga dirinya. "Awas saja! Akan kubuat dia menyesal karena telah berani pergi begitu saja dari ranjangku!" *** Setelah melangkah keluar dari kamar pria asing itu, Sinta pun langsung menyadari kalau kamar yang seharusnya ia masuki ternyata ada tepat di samping suite room yang ditempati pria asing tersebut. Tanpa pikir panjang lagi, Sinta segera masuk ke kamar miliknya kemudian langsung menuju kamar mandi. Wanita cantik yang terlihat kacau itu melepaskan dress yang melekat pada tubuhnya, lalu memandangi pantulan dirinya di cermin. Meskipun rambutnya berantakan dan wajah yang bernoda hitam seperti tompel, tetap saja membuatnya terlihat cantik dan mempesona. Sejenak ia memperhatikan kulitnya yang seputih s**u kini telah ternoda karena dipenuhi berbagai tanda kemerahan yang dibuat pria asing itu. Tidak hanya kissmark, Sinta juga melihat bagian d**a serta lehernya dipenuhi bekas gigitan yang meninggalkan sedikit rasa perih. Wanita itu merasa jijik dengan tanda itu, dia tak bisa membayangkan bagaimana bibir pria yang tak dikenalnya itu menempel pada kulitnya. "Argh …!” Sinta menggosok kulitnya dengan sekuat tenaga, berharap bekas itu menghilang. Namun, sekuat apa pun ia menggosoknya, tanda merah itu tak bisa dihilangkan. Sinta segera membasuh tubuhnya di bawah guyuran air shower, tetapi seketika wanita itu menjerit. "Akh!" Ia merasakan semakin perih pada bagian inti tubuhnya. Ia merutuki dirinya yang tanpa sadar telah menyerahkan kehormatan yang selama ini dijaganya pada lelaki asing yang entah siapa itu. Sinta berusaha mengingat kembali apa yang terjadi tadi malam dan bagaimana dia bisa berakhir di kamar pria asing itu, tetapi Sinta tidak bisa mengingat apa pun. "Ah, kenapa semua ini harus terjadi padaku? Bagaimana kalo aku hamil?" gumam Sinta yang merasa begitu frustasi. Air mata pun sudah tak dapat terbendung lagi, meluncur berbaur dengan air shower yang mengalir deras. Sekujur tubuhnya bergetar menahan isak tangisnya, ia merasa dirinya begitu kotor hingga pikiran dan hatinya pun menjadi kalut.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
31.6K
bc

TERNODA

read
199.5K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
15.6K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
234.4K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
190.0K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
72.4K
bc

My Secret Little Wife

read
132.5K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook