Topeng yang terbuka

1104 Kata

Esok pagi Chaca bangun lebih awal dari Satya. Semenjak fokus memimpin perusahaan, Chaca memang hampir tidak pernah bisa tidur nyenyak. Ini yang membuat dirinya tidur paling akhir dan bangun paling pertama. Sarapan seadanya, sebelum dia bersiap untuk ke kantor. Namun hari ini terasa berbeda sekali bagi Chaca. Badannya terasa sakit semua, terutama hatinya. Setelah semalam mendengarkan apa yang di katakan pak De dan Bu De nya secara tidak sengaja. “Tante?” Kaget, kehadiran orang yang tidak di inginkan di dapurnya. “Ya, kenapa? Adakah yang salah dengan kehadiranku di rumah mertuaku?” satu kalimat memukul Chaca. Rumah ini adalah rumah besar keluarga Chaca, bukan rumah keluarga Papa atau Mama Chaca. “Yakin? Kalau tidak salah ingat, rumah ini atas namaku. Bukan nama kakek atau nenek. Lan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN