Seperti rencana awal, Chaca akhirnya menginap di rumah keluarga Husain. Bukan sehari, tapi seminggu. Itu karena Satya harus menyelesaikan pekerjaan di luar kota selama empat hari. “Chaca kenapa melamun saja?” Tanya Gia duduk di samping menantunya di tepi kolam renang. “Ma, papa jahat banget sih?” Kata Chaca yang langsung pecah tangisannya. “Kenapa kamu bicara begitu? Apa yang membuat kamu menangis begini?” Tanya Gia bingung. Sedangkan Abim yang tadinya duduk di meja makan. Karena tak jauh jaraknya dari keduanya berbincang. Abim dengan jelas mendengar pembicaraan keduanya dan menghampirinya. “Kangen Satya. Huhuhu” tangisan Chaca terdengar sangat sedih sekali. Apakah mereka tidak cukup baik untuk menantunya? Mereka lupa, jika hanya Satya yang selama ini ada untuk Chaca. Dalam kea

