Kegagalan yang memicu rencana jahat

1148 Kata

“Kak, dia calon istriku. Aku nikah dengan siapa ini? Beneran lupa menikah aku nanti.” “Tutup mulutmu, atau ku jahit mulut lemesmu itu. Kita bertiga ke Shanghai waktu itu. Delina sudah mengatakan niatnya sehari sebelum pendaftaran pernikahan. Kamunya yang tidak mau. Alasanmu banyak saat itu, salah satunya kamu tidak ingin pernikahan karena paksaan. Lama-lama ku obras mulutmu, tidak Cuma ku jahit!” Omelan Zein menggelikan memang, tapi semua orang yang ada di ruangan tersebut tidak berani tertawa. Sedangkan Andra hanya bisa memanyunkan bibirnya dan menerima nasibnya. “Lagian, siapa yang tau. Kalau orang yang di maksud itu aku. Kalau mama sama papa bilang lebih awal, sudah pasti aku bisa menikahi Delina saat itu juga. Nasib punya Abang ganteng-ganteng, jodohku pun membelot.” Gerutu Andra pe

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN