Malam ini, Chaca dan Delina menggunakan gaun malam yang begitu indah di pandang mata. Kulit Chaca yang putih, kontras dengan gaun berwarna hitam. Sedangkan Delina, kulit mulusnya semakin terlihat karena gaun merah melekat di badannya. Dandanan keduanya sedikit berani, bibir merah dan penuh. Membuat keduanya tampak pelih dewasa dari usianya. Tapi, siapa yang tidak ada yang mengenal Chandika? Pebisnis belia yang baru saja kehilangan perusahaannya. Namun, tidak ada yang tahu satu pun dari mereka. Siapa sebenarnya Chandika ini. Menantu dari putra kedua seorang Abimana Husain. Datang bertiga dengan dua wanita yang juga tak kalah cantiknya dari Chaca. “Wah, keponakanku. Kamu memiliki muka tebal juga rupanya.” Gelak tawa terdengar dari penjuru ruangan. Satya, orang yang sudah tidak bisa

