Karam Di Lautan

1374 Kata

Pagi-pagi ponsel Camila meraung-raung minta segera dijawab. Camila pun cepat-cepat menjawab telepon yang ternyata dari Rustam. “Halo, Rustam?” “Aku benar-benar menghadapi badai sebesar itu, Camila,” ungkap Rustam. DEG!!! Camila terdiam seakan tak percaya. Padahal baru kemarin ia membicarakan tentang badai bersama Rustam di telepon dan Rustam bilang kapalnya cukup besar untuk menghadapi badai. Tetapi sekarang ia mendengar kapal itu justru ditelan oleh ganasnya lautan. “Lantas, sekarang bagaimana keadaanmu?” tanya Camila cemas. Rustam menghela napas berat terdengar seperti penuh penyesalan, “kapalku karam, Camila,” sesalnya dengan suara bergetar, “aku tidak bisa mengantarkan para penumpangku sampai ke tujuannya dan yang paling aku sesali adalah beberapa awak kapalku masih hilang padah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN