“Rustam?” panggil Nichole pelan. Sebenarnya ia sedikit ragu untuk mendekat pada pria itu. Rustam lalu menoleh kemudian tersenyum ke arah Nichole, “hai,” sapanya. Setelah disapa barulah Nichole memberanikan diri untuk mendekat, “aku bicara sebagai teman, aku turut prihatin dengan apa yang menimpamu,” tuturnya lembut. Rustam tersenyum tabah, “terima kasih,” katanya. “Kau baik-baik saja?” tanya Nichole dan tanpa sadar tangannya memegangi bahu Rustam. Rustam secara otomatis memandangi pegangan Nichole di bahunya. Karena hal itu Nichole pun cepat-cepat menarik tangannya dan entah kenapa ia jadi merasa canggung. “Tidak papa, aku baik-baik saja, sekali lagi terima kasih,” ucap Rustam. “Aku berharap yang terbaik untukmu, kau orang yang baik, kau pasti bisa menghadapi semuanya,” kata Nichole

