Bab 93

2052 Kata

Mukti hanya mendongak seraya ternganga tau hal itu. Riza terlihat begitu tak nyaman. Dia tak bisa menatap Mounara maupun Mukti. Dia hanya terus memutar bola matanya tak tenang. Mounara terlihat merasa menang dari Mamahnya. "Ohh, okeey. Ini, ini emang bener selesai kok," ucap Mukti seraya melihat berkas itu melotot mengangkat kedua alisnya. Mukti lalu tersenyum pada Riza. Betap tak menyangkanya Riza melihat hal itu. Mounara juga tertegun, ia benar-benar tak percaya Mamahnya akhirnya mau tersenyum pada pujaan hatinya yang susah payah bekerja itu. "Rizaa, Mamah benar-benar gak nyangka. Ternyata apa di omongin Mounara itu benar tentang kamu," ucap Mukti. Mounara merasa sangat bahagia sekarang. Ia tersenyum lebar seraya menengok Riza. "Kamu itu walau masih kuliah tapi skill kerja kamu sangat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN