Mina sungguh sakit dan sangat sangat tak rela mengingat hal itu kini ia menangis sejadi-jadinya. Namun, ingatan sebelum Keenan pergi meninggalkannya saat dia sesak nafas di ujung nyawanya. Keenan berkata. Ia langsung terengal dan membelalakkan matanya mengingat itu... "Dek, Adek..." panggil Keenan yang terlihat sudah sesak nafas itu. Bucket dan boneka itu pun sudah lepas dari tangannya. Mina semakin mempererat pangkuannya. "Apa Kakak sayang? Adek ada di sini kok. Adek gak akan pernah ninggalin Kakak. Kakak harus bisa bertahan ya? Supaya Kakak bisa pulih kayak dulu, Kakak harus yakin kalau Kakak bisa bertahan ya Kak," jawab Mina yang sudah berderai air mata itu seraya terus memegangi kedua pipi Keenan sedih. "Se... Huhh... Semua..." Keenan terengah mencoba berusaha mengatakan itu. "Huh

